Lokasi Objek Wisata di Abdya Berantakan, Pejabat di Tingkat Kecamatan Kurang Tanggap

oleh -44 views

Suara Indonesia-News.Com, Blangpidie_Aceh Barat Daya – Objek wisata merupakan suatu hal penting yang harus dikembangkan pada setiap Kabupaten, selain untuk menghilangkan kepenatan warga, juga sebagai daya tarik pengunjung terhadap kabupaaten itu sendiri. Ironisnya, apabila ada objek wisata yang tidak diminati untuk dikunjungi, maka kurangnya pengawasan dari penjabat yang bertugas diwilayah binaan umumnya  kabupaten kota khususnya dikecamatan. Selasa (31/2015).

Amatan sejumlah wartawan ketika melintasi tempat rekreasi murah meriah yang biasa menjadi pengisi hari libur warga. Ironisnya, lokasi rekreasi tersebut terkesan berantakan dan dihiasi rumput-rumput liar yang menutupi keindahan pemandangan alam sekitar, termasuk dipenuhi dengan kotoran hewan ternak warga, selain itu Prasarana jalan belum terakomodir dengan baik oleh pemerintah daerah dalam kabupaten Setempat.

Lanjutnya, Pemandangan objek wisata seperti ini, terjadi di objek wisata Pantai Ujung Manggeng, Pantai Bali, Pantai Jilbab, Pantai Cemara Indah, Pemandian Ie Dikila, Krueng Beukah, Pemandian Pucok Krueng, Pemandian Putro Ijo, Pemandian Krueng Babahrot, Pulau Gosong, Pantai Lama Muda, Kuala Batee dan sejumlah objek wisata lainnya.

Salah seorang warga yang datang ke lokasi wisata itu kepada sejumlah wartawan menyayangkan potensi yang besar terbengkalai, padahal, katanya suatu saat bisa jadi andalan PAG (Pendapatan Asli Gampong) maupun PAD (Pendapatan Asli Daerah).

“Sayang. Padahal kalau tertata dan terawat dengan rapi, dengan sendirinya PAG dan PAD akan terus mengalir seiring bertambahnya pengunjung yang datang, kita contohkan seperti pantai Lhoknga” ungkapnya dengan nada prihatin.

Disamping itu, Camat Manggeng H. Yarlis, SP, saat dikonfirmasi via Handphone terkait dengan objek wisata pantai Ujong Manggeng mengatakan sudah mengunjungi lokasi tersebut, dan ada beberapa program yang sudah usulkan.

“pertama persoalan Prasarana jalan, kedua kita meminta kepada warga yang mendirikan pondok-pondok tempat jualan dilokasi tersebut, selain melakukan transaksi jual beli, kebersihan lingkungan juga harus diperhatikan kerena hal itu menjadi tanggung jawab bersama, juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan BLHKP”. Ucapnya.

Ia juga menambahkan, lokasi ini sudah ditata oleh penjabat yang lama, saat ini kita terus berupaya, setelah program sarana jalan terbangun, lokasi tersebut akan diisi setiap minggu kedua dengan hiburan seperti kesenian-kesenian aceh.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Indra Sukma, SH saat dijumpai diruang kerjanya menjelaskan, terkait persolan pembersihan diperkarangan Objek Wisata sudah kita programkan pada tahun 2014-2015. Kita juga menghimbau sesuai dengan intruksi pimpinan, kepada seluruh SKPK agar terus bekerja sama dalam Pembersihan, namun biarpun selama ini keberadaan BLHKP tidak mencapai 100% itu disebabkan belum keluarnya peraturan (Qanun) yang sifatnya mengikat.

Tambahnya juga, Alhamdulillah Tahun 2015, kita sudah mempersiapkan Draf Rancangan Qanun tentang Kebersihan sebagai dasar hukum, sehingga masyarakat Abdya mengetahui aturan dalam perda tersebut.

“Intinya, kalau Qanun tersebut sudah disahkan oleh pihak Legislatif dan Eksekutif maka siapapun yang melanggar akan dikenakan sangsi sesuai dengan aturan yang berlaku, selain itu kita juga telah melaksanakan pembersihan dalam rangka menyambut Hari Kebersihan Nasional yang dihadiri oleh Bupati, Kapolres, Dandim 0110, Kajari Blangpidie, DPRK dan para Geucik serta masyarakat dilokasi pusat pasar Blangpidie dan lokasi wisata Pantai Jelbab”. ungkapnya mantan Sekwan DPRK. (N).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *