Lindungi Jember dari Korona, Pemerintah Siapkan Tempat Isolasi Khusus

oleh -121 views
SUDAH DIAKTIFKAN : Jember Sport Garden alih fungsi sebagai tempat isolasi Covid-19. (Foto: Diskominfo Jember).

JEMBER, Minggu (5/4/2020) suaraindonesia-news.com – Meski telah mengimbau perantau untuk tidak mudik, namun gelombang kedatangan warga Jember yang bekerja di luar kota sudah tak terbendung lagi.

Alasannya yakni mereka sudah tidak mempunyai penghasilan di tanah rantau akibat kebijakan social distancing pemerintah guna mencegah penyebaran virus korona atau Covid-19.

Dengan alasan tersebut, para perantau pun banyak yang memutuskan kembali ke kampung halamannya masing-masing, salah satunya kembali ke Jember, Jawa Timur.

Hal ini tentunya menjadi ancaman bagi Jember sendiri, mengingat masuknya para pemudik bisa jadi membawa virus korona. Terutama para pemudik dari kota-kota berstatus zona merah virus korona, seperti Surabaya, Jakarta, dan lainnya.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Jember telah menjalankan beberapa langkah antisipasi, seperti menyiagakan posko skrining Covid-19 di pintu masuk Jember baik yang dari arah Banyuwangi, Bondowoso, maupun Lumajang.

Setiap orang akan diperiksa suhu tubuh, jika lolos atau berada pada suhu normal namun berasal dari zona merah akan didata dan diberi gelang barcode berwarna kuning dilengkapi form Covid 19 A untuk melakukan karantina.

Jika orang tersebut mengalami demam atau suhu tubuh 38 celcius ke atas atau mengalami gejala flu maka tidak diizinkan melanjutkan perjalanan. Ia akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa skrining dan diberi form Covid 19 B posko pemantauan.

Selanjutnya selama pemeriksaan si posko pemantauan jika orang tersebut menunjukkan gejala berat atau dapat masuk kategori PDP akan dirujuk ke rumah sakit untuk isolasi. Namun jika hanya gejala ringan atau dalam kategori ODP serta tidak berasal dari zona akan dipasang gelang barcode merah dan form Covid 19 A lalu diperbolehkan isolaso mandiri dengan pengawasan tingkat desa atau kelurahan.

Berbeda jika ODP tersebut berasal dari zona merah maka akan diisolasi di tempat yang disediakan Pemkab yakni Jember Sport Garden (JSG).

Data yang dirilis setiap hari oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember menunjukkan ada lonjakan signifikan jumlah ODP di kabupaten setempat. Ditengarai, lonjakan ODP itu seiring dengan meningkatnya jumlah pemudik yang kembali ke Jember beberapa hari terakhir.

Angka pada 31 Maret, misalnya, jumlah ODP masih tercatat 222 orang dan PDP sebanyak 13 orang dengan dua pasien positif Covid-19. Angka itu bertambah cukup banyak pada dua hari berikutnya atau tanggal 2 April. Tercatat sebanyak 393 orang berstatus ODP dan 14 orang PDP dengan dua pasien positif Covid-19.

Diprediksi, jumlah ODP ini akan semakin meningkat seiring gelombang pemudik yang terus berdatangan ke Jember. “Peningkatan jumlah ODP ini berkaitan dengan meningkatnya jumlah pemudik di Jember,” kata Bupati Jember dr Faida MMR.

Menurut Faida, pemerintah daerah telah mengambil langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 yang berasal dari pemudik. Selain dengan menyiagakan petugas gabungan di lima pintu masuk Jember, pihaknya juga melakukan pendataan secara konvensional yang dilakukan oleh petugas puskesmas. Proses pendataan itu juga dibantu oleh pemerintah desa, serta aparat babinsa dan bhabinkamtibmas.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang sekaligus Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jember M Satuki mengungkapkan, Pemkab Jember mematangkan rencana isolasi ODR dan ODP.  Awalnya, ada beberapa opsi lokasi isolasi. Namun belakangan, tempat isolasi ini wacananya akan disentralkan di JSG di Kelurahan/Kecamatan Ajung.

Sejauh ini, JSG memang sudah disiapkan menjadi pusat isolasi masal. Penyiapan itu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan buruk, yakni terjadinya lonjakan ODR dan ODP. “JSG disiapkan untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu diperlukan. Apabila jumlah kasus korona terus meningkat,” ucapnya. Dia menambahkan, saat ini JSG sudah siap digunakan sebagai lokasi karantina. Beberapa perlengkapan medis pun terus didatangkan sebagai bagian dari persiapan isolasi massal.

Berkaitan dengan Hotel Rembangan yang sempat menjadi wacana akan dijadikan tempat isolasi, menurutnya, tidak memenuhi syarat. Di antaranya lokasi yang jauh, tempatnya lebih dingin, sehingga tidak cocok untuk penanganan Covid-19. “Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bupati Jember dr Faida memberi arahannya, Hotel Rembangan di Arjasa tidak jadi disiapkan untuk tempat isolasi. Jadi, hanya sebagai alternatif cadangan,” tuturnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Ela

One thought on “Lindungi Jember dari Korona, Pemerintah Siapkan Tempat Isolasi Khusus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *