Lima WNI China Yang Ngebor Ilegal Terbukti Melanggar Keimigrasian

Reporter: Hurry

Jakarta, suaraindonesia-news.com – Lima orang warga negara asing (WNA) RRT yang diduga melakukan kegiatan pengeboran ilegal di sekitar pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur akan segera ditindaklanjuti perkaranya ke tingkat penuntutan di pengadilan (projustisia).

Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jenderal Imigrasi, Heru Santoso Anata Yudha mengatakan,
Kelima orang tersebut berdasarkan penyidikan yang dilakukan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor lmigrasi Kelas l Jakarta Timur telah terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian.

“Pengenaan tindakan projustisia ini didukung oleh bukti-bukti yang cukup selain pengakuan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP,” kata Heru saat konfrensi pers di Jakarta, Sabtu (7/5/2016).

Menurut Heru, kelima WNA RRT itu diduga melanggar pasal 122 huruf (a) UndangUndang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigraslan dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 500.000.000,= (lima ratus juta rupiah).

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa selain memeriksa para WNA, PPNS Kantor lmigrasi Kelas l Jakarta Timur juga memeriksa 2 (dua) orang WNI yang ikut diamankan pada saat pengamanan oleh keamanan pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma. Kedua WNl tersebut adalah IK bertindak sebagai penterjemah dan YA yang bertindak sebagai supir (driver).

“Kepada keduanya akan lebih diperdalam keterlibatan dalam kegiatan ilegal tersebut,” jelas Heru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here