Lewat Wisata Sehat dan UMKM, Kota Probolinggo Bangkitkan Ekonomi

oleh -3 views
Lewat Wisata Sehat dan UMKM, Kota Probolinggo Bangkitkan Ekonomi.

PROBOLINGGO, Rabu (5/5/2021) suaraindonesia-news.com – Di masa pandemi Covid 19 yang melanda Kota Probolingggo jelas berdampak di semua sektor, seperti wisata dan UMKM. Kendati demikian, Pemerintah Kota Probolingggo tidak tinggal diam. Kota ini berupaya membangkitkan perekonomiannya melalui wisata sehat dan geliat UMKM.

“Dengan berjalannya waktu, kami terus berinovasi tanpa meninggalkan protokol kesehatan (prokes). Kami meminta Dispopar melakukan inovasi, wisata sehat yaitu wisata dengan protokol kesehatan yang ketat seperti memakai masker dan menjaga jarak serta kerumunan meski di tempat wisata,” terang Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, Selasa (4/5/21).

Untuk UMKM, lanjut Habib Hadi, pemerintah memberlakukan pembatasan jam malam yang dipahaminya memberikan dampak luar biasa bagi perekonomian masyarakat. Namun kini, dengan perkembangan Covid yang cenderung stabil, pemkot mendorong UMKM kembali menggeliat untuk membangkitkan semua sektor di Kota Probolinggo.

Bagaimana ikhtiar Pemerintah Kota Probolinggo untuk membangkitkan kembali wisata sehat dan geliat UMKM? “Kami memfasilitasi sarana prasarana protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, petugas yang berjaga dan menekankan Perangkat Daerah terkait untuk betul-betul menjaga, jangan sampai tempat wisata menjadi klaster baru,” jawab Habib Hadi.

Pemkot juga menerbitkan surat edaran dan imbauan protokol kesehatan guna mengendalikan penyebaran Covid 19.

Punya Konsep Mlaku Bareng Sambang Hotel dan Resto

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Budi Krisyanto membenarkan, sektor wisata mengalami penurunan drastis selama masa pandemi sejak satu tahun terakhir. Dari sisi pengunjung, wisatawan mancanegara dari tahun 2020 ke 2021 hanya tinggal 5 persen. Sebelumnya, pada 2019 masih ada 16 hingga 18 kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Probolinggo.

Sedangkan wisatawan nusantara relatif menurun hingga 50 persen di tahun 2020. Hunian, akomodasi pun terdampak sekitar 30 sampai 40 persen. Dari sisi pajak hotel dan restoran juga mengalami penurunan. Budi Kris mengklaim di triwulan pertama tahun 2021 perlahan perekonomian mulai menanjak.

“Bapak Wali Kota benar-benar memprioritaskan kesehatan masyarakatnya, sehingga kebijakan membuka destinasi wisata perlu kehati-hatian. Untuk destinasi yang patuh prokes diberikan sertifikat adaptasi kebiasaan baru. Jika terjadi pelanggaran akan kami lakukan peringatan melalui tim yang terdiri dari unsur Polres, Kodim, Dinkes, PHRI dan pemandu wisata,”’ beber Budi Kris.

Dengan penerapan prokes yang konsisten, imbuh Budi Kris, Kota Probolinggo tidak sampai menutup total tempat wisata tapi melakukan pembatasan jumlah pengunjung. Menariknya, saat ada keterbatasan sarpras untuk protokol kesehatan, munculah partisipasi dan swadaya masyarakat di sekitar tempat wisata tersebut.

Dalam satu tahun terakhir, wali kota berkomitmen memberikan penguatan seperti pelatihan pokdarwis, homestay pemula, pemandu wisata dan pelaku seni budaya. Pelatihan tersebut diberikan dalam rangka kesiapan wisata sehat di masa pandemi.

“Kami menyiapkan konsep mlaku bareng sambang hotel dan restoran. Menangkap peluang Mas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sandiaga Uno), yang memprioritaskan wisata lokal,” terang Budi Kris.

Reporter : S.Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *