Lestarikan Budaya Leluhur, Masyarakat Desa Jatisura Gelar Kegiatan Tradisi Ngarot

oleh
Kegiatan Budaya Ngarot Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung.

INDRAMAYU, Rabu (15/1/2020) suaraindonesia-news.com – Masyarakat Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, menggelar kegiatan budaya Ngarot bertempat di Balai Desa Jatisura, Rabu (15/1).

Tradisi Ngarot memiliki arti ucapan syukur terhadap Allah Swt dengan datangnya musim masa tanam, masyarakat Desa Jatisura memiliki ungkapan syukur yang khas dalam menyambut musim bercocok tanam padi.

Tradisi budaya ngarot ini hanya diikuti oleh pemuda-pemudi yang masih perawan dan perjaka, Tradisi Ngarot bermaksud mengumpulkan para pemuda-pemudi yang akan diberi tugas bertani, para pemuda-pemudi akan saling bekerja sama dan gotong royong mengolah sawah.

Adapun peserta kasinoman ngarot yang ikut serta dari pemuda sekitar 27 orang, sedangkan pemudi sebanyak 36 orang, jadi keseluruhan peserta Kasinoman Ngarot untuk Pemuda pemudinya yang Ikut serta sebanyak 63 orang.

Selain itu, para peserta ngarot masing-masing kasinoman pemuda pemudi berkumpul di masing-masing blok dari perwakilan masing-masing Kasinoman baik pemudanya ataupun pemudinya.

Kemudian dari kediaman Diroh kepala Desa untuk masing-masing peserta yang ikut serta menjadi kasinoman ngarot baik pemuda dan pemudi termasuk rombongan menjemput para peserta kasinoman tersebut untuk bersama-sama mengadakan Karnaval atau arak-arakan di sepanjang jalan Desa Cikedung untuk menuju ke Balai Desa Jatisura.

Diroh, Kepala Desa Jatisura mengatakan bahwa Desa Jatisura suatu Kebanggaan, Desa Jatisuara adalah salah satunya Desa Destinasi Wisata yaitu wisata Situ Bolang yang sudah terkenal atau menggema di mana-mana melalui Media Sosial ataupun Media Electronik, sehingga para pengunjung berdatangan untuk mendatangi Destinasi Wisata Situ Bolang yang ada di Desa Jatisura.

“Tradisi Ngarot bertujuan untuk membina pergaulan yang sehat, agar saling mengenal, saling menyesuaikan sikap, kehendak, tingkah laku, yang sesuai dengan adat budaya,” ujarnya.

Diroh juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Desa Jatisura atas segala partisipasi dan segala dukungannya sehingga kegiatan hari ini bisa berjalan lancar dan sukses tanpa halangan sedikitpun.

“Namanya kegiatan Budaya itu kita harus jaga dan lestarikan karena sebagai warisan leluhur untuk kita jaga dan lestarikan sampai kapanpun dan sampai anak cucu kita, supaya kita bisa tahu kegiatan adat ngarot ini,” ucapnya.

Ia melanjutkan bahwa dalam rangkaian kegiatan ini kata dia, sudah menginjak musim bercocok tanam padi walaupun dengan kondisi yang agak terlambat tapi tidak mengurangi semangat para petani untuk terus berjuang.

“Saya berdoa dan bersyukur kepada Allah Swt yang maha esa semoga Pertanian di Desa Jatisura dan Kecamatan Cikedung pada umumnya bisa maksimal atau sesuai apa yang kita harapkan dan tidak ada gangguan yang berarti,” harapnya.

Dia pun menambahkan, ini adalah hari yang bahagia bisa berkumpul juga bersilaturahmi, dengan harapan bisa berbagi bahwa dari sinilah semangat budaya kita di selenggarakan dan dari sinilah semangat untuk hal yang berkaitan dengan pertanian.

“Semoga untuk kedepannya lebih jauh lagi juga maju lagi dan lebih kompak supaya bisa makmur dan sejahtera,” pungkas Diroh.

Dalam acara kegiatan budaya ngarot ini dihadiri Camat Cikedung atau mewakilinya, Muspika, Danramil, Kapolsek dan tokoh masyrakat,Instansi Lainnya khususnya masyarakat Kecamatan Cikedung.

Reporter : Anton/Sono
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *