Lembaga Survey iPol : Faida Unggul Dalam Bursa Bakal Calon Bupati Jember

oleh
Tabel elektabilitas bacabup Jember versi iPol. (Foto: Istimewa).

JEMBER, Jumat (6/12/2019) suaraindonesia-news.com – Lembaga iPOL Indonesia (IT-Research and Politic Consultan) menyampaikan hasil riset Pilkada Jember 2020.

Menurut Petrus Hariyanto, CEO iPOL Indonesia, langkah dr. Faida, MMR yang kembali mendaftar sebagai Bakal Calon Bupati Jember mengalami banyak kritikan, tekanan, demonstrasi sehingga membuat pertarungan berat dalam mencari partai pengusung membuat dinamika Calon Bupati Jember semakin panas.

Kaum muda dan milenial juga mulai berani tampil dalam kontestasi politik untuk menggagas perubahan. Berbekal pengalaman dan latar belakang masing masing, mulai November 2019, mereka terpotret dalam Big Data iPol Indonesia mulai tampak serius dalam kemunculan di media massa, sosial media, kegiatan sosialisasi, hingga pengkondisian tim pemenangan.

“Kaum muda harapan baru pemimpin Jember itu antara lain Achmad Anis, Abdus Salam, Haidar Ulum dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Mas Vian). Tidak mau kalah dengan cabup yang lebih tua, para cabup muda ini serius membangun gagasan menciptakan sejarah baru untuk Jember,” jelas Petrus, Jumat (6/12/2019).

Mereka berlatar belakang pebisnis, profesional, religius dan nasionalis. Petrus menjelaskan, di antara anak muda ini mulai berani tampil maju sebagai bacabup ataupun bacawabup di Jember.

“Seperti sosok Abdus Salam dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Mas Vian). Mereka berani menggebrak dan melawan pakem, bahwa memperjuangkan rakyat selain di jalur bisnis bisa dalam jalur politik pemerintahan. Mereka yakin kalau kaum milenial sekarang mulai dipercaya rakyat dan tidak melihat usianya. Yang sukses di Legislatif maupun eksekutif sudah banyak. Bahkan, sekelas Presiden Jokowi juga memberi kepercayaan pada kaum milenial untuk menjadi staf khususnya. Realita ini yang makin bikin para cabup muda berani bertarung,” tukasnya.

Berdasarkan Big Data iPOL, kontestasi di Kabupaten Jember masih didominasi oleh petahana.

Faida, memiliki ekpose yang cukup tinggi (184), namun dengan sentimen negatif menyertainya juga tinggi.

“Bupati Faida selalu berseberangan dengan DPRD Kabupaten Jember. Framing negatif ini harus segera ditanggulangi oleh Faida,” imbuhnya.

Calon kuat lainnya, Hendy Siswanto (67 ekspose), Djoko Susanto (31). Hendy dan Djoko Susanto dapat dikatakan menjadi kandidat terkuat melawan petahana. Dari sisi potensi dukungan partai, kedua calon ini berebut dukungan PDIP, Partai Gerindra, PKB, Perindo, dan Partai Berkarya.

Selain itu, radar pantauan iPOL melihat munculnya sosok muda dalam kontestasi Pilkada Jember, yaitu Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Mas Vian) yang saat ini sebagai Ketua Kadin Kabupaten Jember, Ketua Perbasi Jatim dan Wakil Ketua Kadin Jatim.

“Sosok Mas Vian kerap dikaitkan dengan Sandiaga Uno. Sebagai pengusaha muda yang sukses dari generasi milenial, keberanian maju sebagai Cabup Jember terdeteksi dengan keseriusan mengambil formulir di Partai Gerindra dan menggelar kampanye cerdas melalui kegiatan Dialog Bersama Sandiaga Uno dan Moreno Suprapto selaku mantan pembalap dan anggota DPR RI. Baru-baru ini dia juga terpantau menggelar Fun Bike ‘Mengayuh Bersama Menuju Perubahan Jember Maju’ yang juga dihadiri Sandiaga Uno pada 30 November kemarin,” katanya.

Massifnya pergerakan kaum muda untuk merebut kursi Jember Satu, makin menarik dinamikanya. Apalagi dilihat dan keberanian menghadirkan tokoh nasional, artis dan kegiatan yang berbasis anak muda serta viral.

“Akankah dominasi perempuan akan tumbang di Jember? Atau justru sebaliknya?,” pungkasnya.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *