JEMBER, Minggu (2 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Pernahkah anda sewaktu kecil merasakan naik pegon atau cikar. Pegon atau cikar adalah kendaraan angkutan tradisional yang ditarik oleh hewan berupa sapi ataupun kerbau.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Paguyuban Pegon Margorukun, Seneman menerangkan asal muasal festival pegon ini.
Festival ini berawal dari budaya masyarakat setempat yang sudah turun temurun, merayakan hari lebaran kupatan (hari ketujuh lebaran) dengan berwisata ke pantai watu ulo ini.
“Nah,,, kendaraannya ya naik pegon ini,” terang Seneman kepada media ini, Minggu (2/7).
Para masyarakat setempat membawa ketupat yang merupakan ciri khas dari hari kupatan (hari ke tujuh lebaran) dan hidangan lainnya misalnya opor ayam, kemudian makan bersama sambil menikmati indahnya pantai watu ulo.
Kabid Budaya Dinas Pariwisata Kota Jember, Susmiadi menerangkan bahwa festival pegon ini merupakan festival rutin tahunan yang diadakan oleh dinasnya.
“Festival pegon ini sudah ada sejak 1989, sebuah festival tahunan setiap hari ketujuh lebaran dengan melibatkan kendaraan tradisional pegon atau cikar yang dihias sedemikian rupa, berjalan berarak-arakan sejauh 10 KM,” terang Susmiadi.
Ia menambahkan tujuan diadakannya tidak lain untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Pantai Watu Ulo, dimana 2 tahun lalu sempat vakum.
“Festival ini sempat vakum selama 2 tahun terakhir, namun kali ini bisa kami selenggarakan kembali, tujuannya tidak lain untuk meningkatkan jumlah kunjungan di pantai watu ulo ini,” tambah Susmiadi.
Kepala Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, Riyono Hadi mengatakan bahwa festival pegon ini berjalan meriah sesuai harapannya.
“Festival pegon kali ini sudah meriah, dari 80 pegon yang kami undang untuk ikut serta, 60 unit diantaranya bersedia memeriahkan acara kali ini, panitia tidak menarik uang pendaftaran alias gratis, selanjutnya pegon-pegon ini akan dinilai oleh juri untuk mendapatkan hadiah dari panitia,” terang Riyono.
Adapun hadiahnya diantaranya juara 1 akan mendapatkan satu ekor sapi ukuran jumbo, juara 2 berupa satu ekor kambing ukuran jumbo, juara 3 berupa satu ekor kambing ukuran sedang, juara 4 berupa satu ekor kambing ukuran kecil, hadiah hiburan berupa satu ekor sapi ukuran normal dimana semua biayanya bersumber dari Dinas Pariwisata. (Guntur Rahmatullah).












