Langgar Aturan, Kepsek SDN Pangarangan I Sumenep Dipindah ke Pulau

oleh -56 views
Bupati Sumenep A Busyro Karim Saat Diwawaicarai Sejumlah Awak Media. Foto: Fajar/SI

SUMENEP, Rabu (2 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Sanksi tegas harus diterima oleh kepala sekolah SDN Pangarangan I, Kecamatan Kota Sumenep Madura Jawa Timur ini, lantaran atas perbuatannya menyalahi aturan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017.

“Kepala SDN Pangarangan I Sumenep telah dipindah tugaskan ke wilayah Kepulauan. SK-nya sudah saya tandatangani,” terang Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Rabu (2/8).

Menurut Busyro, Disdik setempat telah menetapkan dua rombel untuk SDN Pangarangan I Sumenep pada tahun 2017. Namun, pihak sekolah memaksakan mengambil tiga rombel, dimana pengambilan tiga rombel tersebut tampa adanya persetujuan secara resmi oleh Disdik setempat.

“Ia akibatnya, Disdik setempat meminta sekolah untuk mendistribusikan satu rombel anak didik tersebut ke sekolah lain di Desa Pangarangan,” ujar Politisi PKB ini. Baca Juga: Penerapan K-13 d Sekolah Dasar Sampang Baru 30 Persen

Mantan Ketua DPRD Sumenep ini melanjutkan sehingga keputusan pemindahan ini ditentang oleh pihak wali murid dengan alasan sudah diterima di SDN Pengarangan I, dan telah membayar uang sumbangan sebesar Rp 200 ribu per siswa. mereka menilai, proses penerimaan peserta didik baru itu telah sesuai prosedur.

Bahkan orang tua siswa bersikeras agar Dinas Pendidikan setempat membiarkan siswa yang telah dinyatakan diterima di SDN Pangarangan I itu untuk tetap bisa masuk sekolah dan tidak didistribusikan ke sekolah lain.

“Yang pertama kali harus mendapatkan sanksi ya kepala sekolahnya karena sudah diingatkan, bahwa penerimaan siswa baru itu tidak boleh melebihi rombel yang telah direkomendasikan, tapi ternyata masih memaksa,” jelasnya.

Pihaknya berharap kasus ini tidak terjadi di sekolah lain pada saat PPDB. Sebab, PPDB itu telah diatur dalam sistem zonasi dengan tujuan mengantisipasi menumpuknya siswa di suatu sekolah. Baca Juga: Dua Tempat Karaoke Digembok Satpol PP Pamekasan

Dengan adanya kasus tersebut sejumlah sekolah di Desa Pangarangan tidak mendapatkan siswa sebagaimana rombel yang ditentukan, bahkan ada sekolah yang hanya mendapatkan siswa baru sebanyak 7 orang. Sementara di SDN Pangarangan I mendapatkan siswa sebanyak tiga rombel.

“Kalau sudah ada aturannya, ya dipatuhi saja. Jangan membuat aturan sendiri dan pada akhirnya siswa dan orang tua siswa yang menjadi korban,” tegasnya. (Jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *