Laku 1 M, Penjualan Sebidang Tanah di Desa Kajen Timbulkan Konflik Keluarga

oleh -160 views
Penjualan sebidang tanah SHM 104 Desa Kajen yang berdiri bangunan di atasnya, menimbulkan konflik keluarga.

PATI, Jumat (08/10/2021) suaraindonesia-news.com – Penjualan sebidang tanah seluas 259 meter persegi, yang terletak di Rt. 06 Rw. 02 Desa Kajen Kecamatan Margoyoso, menimbulkan konflik keluarga.

Tanah yang diakui milik Siti Halimah itu dijualnya dan dibeli oleh KH Zaky Fuad Abdillah atau akrab disapa Gus Zakky, seorang tokoh agama setempat dan masih tetangga sendiri, dengan harga lebih dari 1 milyar rupiah.

Transaksi penjualan tanah dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 104 ini, berlangsung sekira Mei 2021.

Siti Halimah sendiri merupakan anak kelima (terakhir) dari pasangan Aminah dan Tasmo, yang keduanya telah meninggal dunia.

Aminah – Tasmo meninggalkan 5 anak atau ahli waris, yaitu Sadi (alm), Tasni, Kasnah, Parsih (alm) dan Siti Halimah.

Sesuai riwayat yang dituturkan oleh Kasnah dan Tasni, Aminah – istri dari Tasmo, sebelumnya memiliki sebidang tanah Letter C seluas kurang lebih 500 meter persegi, namun karena sesuatu hal, setengah dari luas tanah tersebut berpindah tangan menjadi milik orang lain.

Sehingga Aminah tinggal memiliki setengahnya dengan diterbitkannya SHM tertulis nama Aminah Binti Sarjono Janda Tamso.

Pada 2004, tanpa sepengetahuan ahli waris lainnya, sertifikat yang tertulis nama Aminah Binti Sarjono Janda Tamso, berganti nama menjadi Siti Halimah, dengan sebab perubahan karena jual – beli berdasarkan Akta Jual Beli Nomor 262/ MGY/V/2004 tanggal 31/05/2004 yang dibuat oleh Rekowarno, SH selaku PPAT.

Sebagai ahli waris yang masih hidup hingga kini, akhirnya Tasni dan Kasnah mempertanyakan apa yang disebut sebagai ‘harta warisan’ itu kepada Siti Halimah.

Akan tetapi, mereka menemui jalan buntu karena Siti Halimah tidak mau diajak berembug dan berkomunikasi membicarakan soal itu.

Sehingga jalan musyawarah kekeluargaan yang hendak dicapai, tidak dapat terwujud.

Merasa kecewa, akhirnya mereka mencoba menemui Gus Zakky selaku pembeli untuk menanyakan kebenaran jual – beli tersebut.

Menurut Kasnah, saat perjumpaan itu sekira bulan Juni 2021, Gus Zakky menjanjikan dan menyanggupi untuk mempertemukan para pihak pada saat pembayaran atau pelunasan.

“Namun setelah kami menunggu hingga kini, janji Gus Zakky untuk mempertemukan kami disaat pembayaran, tidak terwujud. Padahal saat itu Gus Zakky sudah menyampaikan kesanggupan,” ujar Kasnah, yang kini berdomisili di Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu.

Pun, saat mereka hendak menemui Gus Zakky di kediamannya, komplek Ponpes PMH Al- Kautsar Kajen, tidak ditemui dan tidak diterima.

Kasnah juga mengungkapkan, berdasarkan informasi yang didapat, telah terjadi transaksi pembayaran sebesar 650 juta rupiah oleh Gus Zakky yang diterima Siti Halimah.

“Benar saja, saat ini tanah beserta bangunan yang selama ini ditinggali Siti Halimah dan anak – anaknya, telah kosong. Mereka telah pindah dan membeli rumah di tempat baru. Tak hanya satu, tapi sekaligus beli 2 rumah, untuk dia dan anaknya,” ungkapnya, pada Jumat (08/10/21).

Bagaimanapun, Kasnah berharap, seluruh ahli waris Aminah – Tasmo harus mendapat pembagian uang atas penjualan tersebut.

“Mestinya, kami juga mendapatkan pembagian. Itu namanya adil, walaupun adil itu tidak harus sama. Misal, Siti Halimah sendiri menerima 600 juta rupiah dan kami berempat mendapat sisanya,” tegas Kasnah.

Pria kelahiran 1938 dan memiliki 4 anak ini juga berharap, Gus Zaky selaku pembeli dapat memahami situasi ini, supaya tidak terjadi konflik berkepanjangan, apalagi pihak – pihak ini saling bertetangga.

“Kalau semua pihak bisa menyadari bahwa penyelesaian secara kekeluargaan itu lebih baik, maka tentu tidak akan timbul persoalan dikemudian hari,” tuturnya.

Kasnah menegaskan, tanah yang telah dijual itu murni merupakan harta peninggalan Aminah Janda Tasmo (bukan Tamso, sebagaimana tertulis di SHM), yang harus diwarisi oleh ke-5 anak dari Aminah – Tasmo.

Reporter : Usman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *