Kursus Pendidikan Gratis “IndonesiaX”

penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding/MoU)

Reporter : Adhi

Surabaya, Suara Indonesia-News.Com – Perkembangan teknologi turut memicu beragamnya layanan informasi, salah satunya bidang pendidikan. Kini, seluruh elemen masyarakat, terutama pengguna internet, bisa menikmati kursus pendidikan secara online tanpa dipungut biaya.

Sebuah platform online independen yang menawarkan kursus pendidikan secara gratis adalah IndonesiaX. Dalam menyediakan kursus pendidikan online, IndonesiaX telah mengajak untuk bekerjasama berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.

Kali ini, IndonesiaX mengajak kerjasama Universitas Airlangga (UNAIR) dan Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS). Kerjasama itu ditandai dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding/MoU) antara kedua pihak pada Kamis (28/1) kemarin di kampus ITS.

Dari pihak UNAIR, penandatanganan diwakili Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD, K-GH, FINASIM, sedangkan dari ITS diwakili oleh Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc., ES., Ph.D. Sedangkan dari IndonesiaX, diwakili oleh Lucyanna Pandjaitan selaku CEO dan Presiden Direktur IndonesiaX.

Penandatanganan naskah kerjasama itu dilakukan di Gedung Rektorat ITS. Prof. Dr. Ir. KH. M. Nuh, DEA, selaku Ketua Dewan Penasihat IndonesiaX dan anggota Majelis Wali Amanat UNAIR, juga turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam sambutannya, Lucyanna Panjaitan mengatakan bahwa pihak IndonesiaX menginginkan agar para akademisi dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia bisa berbagi pengetahuan kepada masyarakat luas.

“Kami ingin berbagi pengetahuan kepada masyarakat luas karena ilmu tidak hanya dapat dipelajari secara formal saja,” tutur Lucyanna.

Lucyanna juga menambahkan bahwa kerjasama ini dilakukan agar semua siswa dari seluruh penjuru Indonesia akan memiliki akses belajar pada akademisi-akademisi ternama di Jawa Timur.

Terkait kerjasama IndonesiaX dengan UNAIR, Lucyanna mengatakan bahwa UNAIR merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka, khususnya di bidang kedokteran. Namun, Lucyanna juga membuka kemungkinan bahwa akademisi UNAIR di bidang ilmu hayati dan ilmu sosial juga memberikan ilmunya kepada learners (sebutan bagi peserta kursus IndonesiaX).

“Di IndonesiaX kan juga ada dewan penasihat. Mereka memberi ide bahwa UNAIR memiliki keunggulan di bidang kedokteran, misalnya kesehatan otak, dan sebagainya. Namun, kita juga sangat fleksibel dengan tawaran yang diajukan oleh UNAIR,” imbuh CEO IndonesiaX itu.

Menanggapi tawaran kerjasama itu, Wakil Rektor I UNAIR mengatakan bahwa UNAIR siap bersinergi dengan IndonesiaX. Bagi Prof. Djoko, tawaran kerjasama dari IndonesiaX turut membuka langkah internasionalisasi UNAIR. Sebab, hasil dan produk riset yang digarap oleh peneliti UNAIR akan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Langkah selanjutnya yang akan dilaksanakan oleh Prof. Djoko adalah mengumpulkan para peneliti UNAIR yang handal dan mampu mengangkat isu-isu menarik di masyarakat. Menurut Guru Besar bidang Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran UNAIR ini, peneliti UNAIR bisa berbagi pengetahuan seputar angka kematian ibu dan bayi, penyakit tropis, stem cell, dan berbagai produk riset lainnya yang unggul dari Indonesia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here