Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia, DKPP Sumenep Gelar Bimtek Pembuatan Biosaka

oleh -33 views
Foto: Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Dr. Rachmat saat memberikan pelatihan biosaka pada petani.

SUMENEP, Senin (19/09/2022) suaraindonesia-news.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) pembuatan biosaka sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Bimtek sendiri berlangsung di Kantor DKPP dengan menghadirkan narasumber langsung dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Rachmat.

Bimtek tersebut diikuti oleh puluhan petani sebagai perwakilan dengan sistem getuk-tular, dimana nantinya bisa ditularkan pengetahuan pembuatan biosaka pada petani lainnya.

Kepala DKPP Sumenep, Arif Firmanto menyampaikan, bahwa Bimtek yang diadakan ini merupakan rangkaian upaya yang terus ditingkatkan guna mendorong petani untuk meningkatkan produksi pangan secara mandiri demi kesejahteraan petani itu sendiri.

“Namun demikian upaya ini akan jalan ditempat kalau dengan terobosan yang biasa-biasa saja, sehingga perlu pendekatan dengan cara baru atau inovasi yang tidak lagi mengandalkan pupuk kimia,” kata Arif mengungkapkan, Senin (19/09).

Menurutnya, biosaka adalah salah satu sistem teknologi terbaru dalam perkembangan dunia. Dimana, pertanian organik modern dan inovasi teknik biosaka merupakan solusi pelengkap suplemen pada tanaman agar tumbuh subur.

“Bahan untuk pembuatan biosaka mudah di dapat dan tidak butuh biaya dalam pembuatannya, sehingga menjadi solusi yang tepat bagi petani. Selain itu, untuk menunjang keberhasilan usaha taninya,” terang Arif.

Arif mengatakan, Bimtek tersebut diadakan sesuai arahan Kementrian RI. Tujuannya, agar petani selalu berinovasi dalam segala hal.

“Dan yang lebih penting, biosaka dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sehingga jauh menghemat biaya produksi. Tujuan lain diadakannya Bimtek ini, supaya tahu tata cara, prosedur dan dosis yang pas. Kemudian jika ada kendala, bisa dikomunikasikan kembali. Kami bersama BPP di masing-masing kecamatan siap membimbing,” kata Arif menegaskan.

Arif juga menambahkan, teknik biosaka bukan hanya menekan biaya produksi, akan tapi juga meningkatkan kualitas tanaman serta pembuatan biosaka yang dijamin aman, murah dan ramah lingkungan. Sehingga, dapat benar-benar menjadi solusi yang akan dikembangkan untuk para petani di Kabupaten Sumenep.

“Pokoknya kami akan terus mendorong para petani untuk berinovasi, kreatif dan menciptakan budidaya pertanian yang ramah lingkungan sebagai solusi permasalahan yang dihadapi para petani,” terangnya.

Di sisi lain, Arif mengungkapkan, tanah yang selalu diberikan pupuk kimia berkepanjangan, bagian akar tanaman akan cepat rusak akibat unsur hara yang tertinggal.

Hal ini yang kemudian membuat akar tanaman rusak, sehingga penyerapan unsur akar yang dibutuhkan tidak terpenuhi, efeknya pertumbuhan tanaman akan terganggu.

“Lahan yang selalu diberikan pupuk kimia maka secara otomatis biaya produksi akan meningkat dan akibatnya keuntungan petani akan menurun,” paparnya.

Sebab itu, teknik biosaka memiliki manfaat yang banyak yaitu dapat menekan biaya produksi, mengurangi hama penyakit, sehingga hasil panen lebih bagus.

“Tanah menjadi lebih subur, harga hasil panen menjadi bagus, dan membuat petani mendapat untung yang besar,” pungkasnya.

Reporter : Lis
Editor : M Hendra E
Publisher : Nurul Anam

Tinggalkan Balasan