KOTA BOGOR, Kamis (15/05) suaraindonesia-news.com – Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan kunjungan kerja ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bogor pada Rabu (14/05/2025) untuk meninjau langsung kesiapan infrastruktur digital, layanan publik berbasis teknologi, serta sistem keamanan siber yang dikelola oleh dinas tersebut.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono dan dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi termasuk Abdul Rasyid, dan Subhan. Para legislator memantau langsung berbagai fasilitas, mulai dari pusat data, ruang pengaduan SIBADRA, jaringan intranet, hingga dashboard monitoring keamanan siber yang menunjukkan aktivitas serangan dari berbagai negara.
Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Kota Bogor, Rahmat, terungkap sejumlah capaian sekaligus tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah peningkatan nilai Indeks SPBE Kota Bogor dari 2,3 menjadi 4,05, yang mencerminkan perbaikan sistem elektronik pemerintahan. Namun demikian, ia juga mengakui bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi kendala besar.
“Kami bersyukur tahun ini mendapat tambahan anggaran sebesar Rp7 miliar, jumlah yang cukup langka untuk Kominfo. Namun, tetap belum cukup untuk membangun Command Center secara utuh dan modern,” ujar Rahmat.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono menyampaikan, komisi III menemukan sejumlah persoalan, antara lain:
Dari 106 unit CCTV, sebanyak 44 unit rusak, termasuk di lokasi strategis seperti titik kriminalitas dan pusat kota.
Menurutnya, ada 11 kelurahan belum terhubung dengan jaringan fiber optic, masih mengandalkan koneksi wireless.
“Serangan siber secara aktif terdeteksi dari luar negeri, termasuk dari Singapura dan Polandia, dengan kategori ancaman tinggi seperti WebShell Upload dan Botnet,” terangnya.
Disampaikan Heri bahwa Portal Open Data Kota Bogor baru menampung 700 dataset dari potensi lebih dari 7000, akibat minimnya kontribusi data dari OPD lain.
Ruang pengaduan dan ruang kerja pegawai masih memprihatinkan, tidak mencerminkan ekosistem digital kota modern.
Anggota Komisi III menyampaikan sejumlah catatan strategis. Heri Cahyono menekankan bahwa investasi teknologi akan meningkatkan efisiensi kerja pemerintah, terutama dalam penanganan bencana.
Abdul Rasyid mendorong agar Dinas Kominfo mendapat prioritas anggaran, selaras dengan visi Kota Bogor sebagai kota kreatif dan berkelanjutan. Sementara Subhan mengingatkan pentingnya menyederhanakan semua aplikasi ke dalam satu platform digital terpadu.
Komisi III juga mengapresiasi keberadaan sistem Bogor Single Window (BSW) yang telah mengintegrasikan ratusan layanan digital, serta pemanfaatan dashboard pemantauan real-time oleh tim keamanan siber Diskominfo.
Di akhir kunjungan, Komisi 3 menyampaikan rekomendasi agar Pemkot Bogor:
1. Mempercepat pemeliharaan dan perluasan jaringan CCTV.
2. Mengembangkan sistem keamanan siber dan SOP tanggap insiden.
3. Memodernisasi ruang kerja dan membangun Command Center.
4. Mendorong kontribusi data dari semua OPD ke Open Data Kota Bogor.
5. Mengawal penguatan anggaran Kominfo dalam RAPBD 2025–2026.
“Ini bukan hanya tentang digitalisasi, tapi tentang bagaimana Pemerintah Kota Bogor hadir dengan cepat, akurat, dan efisien dalam melayani masyarakat. Teknologi adalah alat untuk mencapai itu semua,” tegas Heri
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mempercepat transformasi digital Kota Bogor dan meningkatkan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.












