Kunjungan Bupati, di Sambut Berbagai Tarian Budaya Same Pulau Sapeken

×

Kunjungan Bupati, di Sambut Berbagai Tarian Budaya Same Pulau Sapeken

Sebarkan artikel ini
KH. Halil
Tokoh Kharismatik KH. Halil Kadir, Menampilkan pencak silat "Kon Tau" ala Same sekaligus penyerahan tonggak pusaka (bujjak bahasa same). Kepada Bupati Sumenep

Suara Indonesia-News.Com, Sumenep – Kunjungan Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim beserta Forpimda di sejumlah kepulauan disambut hangat warga setempat.

Bahkan di Kecamatan Sapeken, rombongan Pemkab disambut dengan beberapa antraksi seperti tarian sisik mellek, tari Dayong sampan, dan pencak silat kon tau ala Same sekaligus penyerahan tonggak pusaka (bujjak bahasa same,red) dari sesepuh suku bajoe, tokoh kharismatik KH. Halil Kadir dan H.Moh. Ali Daeng Sandrek  diserahkan kepada Bupati Sumenep, penyerahan tonggak pusaka tersebut sebagai simbol tonggak kepemimpinan harus dilanjutkan dengan perjuangan dan kejujuran.

Warga Pulau Sapeken Saat Menyambut Kedatangan Bupati bersama Forpimda di Pulau Sapeken.
Warga Pulau Sapeken Saat Menyambut Kedatangan Bupati bersama Forpimda di Pulau Sapeken.

Camat sapeken Muhamad Sahlan, SP, M.Si.Menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada warga masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam mendukung festival pameran budaya dan seni komunitas Same (suku bajoe).

“Saya ingin Budaya Same yang memiliki nilai-nilai luhur bisa dilestarikan, dipertahankan bahkan harus menjadi aikon dalam pembagunan diwilayah kepulauan kecamatan Sapeken,” harap Sahlan panggilan akrabnya.

Sementara Bupati dalam sambutannya mencoba menterjemahkan landasan Hidup suku Same yang tertuang dalam lontar bugis same yang memuat 7 (tuju) pilar  penting yang  dipegang kuat oleh komunitas suku same, yaitu 1.Sipaddakayu (saling menyatu) 2.Sipakkialat (saling damai) 3.Sikamasean (saling mengasihi) 4.Sikatutuan (Saling menjaga) 5.Situtuloh (saling bantu) 6.Sikayyahan (saling menghargai) 7. Sipakalebbi (saling mengutamakan).

Tuju pilar diatas dijadikan bahan uraian bupati dalam sambutan singkatnya walaupun hanya baru tiga pilar yang bisa disampaikan.

“Inilah yang akan kita jadikan dasar perjuangan dalam membangun Sumenep kedepan terutama dalam membangun wilayah kepulauan Sapeken agar lepas dari ketertinggalan,”paparnya. (Sur/Zaini).