Kualitas Hasil Pembangunan Masjid Agung Milik Pemkab Deli Serdang Dipertanyakan

oleh -600 views
Masjid Agung Deli Serdang tampak dari Luar. (Foto: HBL_78/SI).

DELI SERDANG, Rabu (13/05/2020) suaraindonesia-news.com – Pembangunan Masjid Agung milik Pemkab Deli Serdang yang pekerjaannya dimulai pada tahun 2017 hingga kini ternyata hasilnya masih menuai kritikan dari masyarakat yang melakukan sholat berjamaah di Masjid tersebut.

Pasalnya, Masjid Agung kebanggaan pemerintahan Pemkab Deli Serdang ini, menurut informasinya menghabiskan anggaran 24 Miliyar menggunakan APBD tidak terasa hampir berjalan 4 tahun dari tahun 2017 hingga tahun 2020 masih terlihat bagian dalam proses pembangunannya dipertanyakan kualitas pekerjaannya.

Sejak di bulan Mei tahun 2019, Masjid ini sudah digunakan ratusan jamaah yang memadati untuk melaksanakan sholat berjamaah, namun dengan anggaran mencapai 24 M Rupiah hingga kini ditahun 2020 masih dilakukan perawatan-perawatan yang tak kunjung selesai, seperti halnya masih banyak terdapat langit-langit bagian atas Masjid yang bocor ketika hujan datang seperti saat ini.

Ketika melihat di dalam Masjid Agung terdapatnya banyak ember/tong untuk menampung air hujan akibat bocor dan merembes.

Irol salah satu warga Kecamatan Lubuk Pakam yang selalu melaksanakan sholat Lima waktunya di Masjid ini mengatakan, keadaan Masjid dengan keadaan bocor sudah terlihat hampir 1 bulan ini.

“Selama bulan Ramadhan tahun ini setiap malam daerah Kecamatan Lubuk Pakam tempat lokasinya Masjid ini dilanda hujan dan selama itu pula Masjid ini dalam keadaan bocor,” ungkapnya.

Kemudian lain pula keluhan yang diungkapkan Muhammad Effendi warga Kecamatan Galang mengatakan, Masjid yang sudah menghabiskan anggaran APBD sebesar 24 M ditahun 2017 ini, seharusnya kini ditahun 2020 AC pendingin ruangan untuk sholat berjamaah sudah berfungsi.

“Saya setiap hari ketika masuk Sholat Dzuhur dan Ashar melakukan berjamaah di Masjid ini, namun hingga kini, ruangan ini Masjid kondisi AC belum juga digunakan, bahkan sebelumnya pun bukan hanya bagian lorong saja yang saya lihat dalam keadaan bocor, namun sebelumnya diruangan berjamaah ini pun lama dalam keadaan kondisi bocor,” terangnya kepada wartawan.

Dedi kordinator Masjid Agung Kabupaten Deli Serdang ketika dikonfirmasi tidak banyak bisa menjawab pertanyaan wartawan, menurutnya, masalah anggaran pembangunan Masjid ini ia tidak tau apa-apa.

“Saya sama sekali tidak mengetahui berapa jelasnya dana yang dihabiskan dari APBD untuk pembangunan Masjid ini,” ujarnya.

Ia melanjutkan, untuk masalah yang sedang dialami di Masjid ini dengan beberapa bagian atap langit Masjid yang bocor, namun sekarang sedang dalam pengerjaan untuk perbaikan dilakukan kurang lebih sudah 2 mingguan.

Dedi menjelaskan tentang belum berfungsinya AC sebagai pendingin ruangan di masjid, bahwa Masjid ini saat ini mempunyai daya listrik sekitar 120 ribu VA, namun yang dibutuhkan Masjid seharusnya 200 ribu VA untuk bisa mengaktifkan AC pendingin ruangan Masjid dan ditambah lagi air mancur hidup yang ada didepan Masjid.

Salah seorang pekerja yang namanya enggan disebutkan di Masjid ini pun sempat mengeluhkan, bahwa jika saat musin hujan turun dan Masjid dalam keadaan bocor ia mengaku capek karena harus mengepel karena yang dikerjakan hanya itu-itu aja.

Masjid yang dahulu namanya Masjid Al Ikhlas setelah dibangun menggunakan APBD sebesar 24 M kemudian namanya berubah menjadi Masjid Agung ini juga mendapat kritikan dari Putra Gunawan Sembiring Ketua IJR (Ikatan Jurnalis) Deli Serdang yang selalu melaksanakan ibadah sholatnya di Masjid Agung yang lokasinya tepat berada di samping kantor DPRD Deliserdang, Kantor MuI, MTsN dan MAN 2 Kecamatan Lubuk Pakam.

“Saya sangat menyayangkan adanya pembangunan Masjid Agung Kabupaten Deli Serdang yang menelan anggaran sampai puluhan miliyar rupiah, sepengetahuan saya hingga mencapai 24 Miliar lebih namun kondisinya sebelum diserah terimakan asbesnya sudah banyak yang bocor, saya lihat sepintas ada tujuh titik didalam lorong pintu masuk sampai diruangan sholat berjamaah khusus wanita, dan ini sudah terjadi hampir satu bulan belakangan ini, yang mana kata mereka masih dilakukan renovasi, namun keadaan seperti ini sangat mengganggu masyarakat dalam melaksanakan sholat,” terangnya.

Masih menurut Putra Gunawan, yang namanya air tergenang di lantai itu sangat licin dilantai hingga nantinya bisa mengakibat orang yang hendak melaksanakan sholat terpeleset karena lantai tersebut dari keramik.

“Oleh karenanya, kita mengharapkan dengan anggaran pembangunan sampai puluhan milyar rupiah itu seharusnya disesuaikan dengan kondisi seperti yang terjadi saat ini, saya sangat menyayangkan sekali kenapa pemerintahan daerah membiarkan hal ini, dan ada apa ini,” bebernya.

Masih menurut Gunawan sapaan akrabnya, belum lagi diserah terimakan selama pengerjaannya hampir makan waktu selama 4 tahun kondisi ruangan Masjid yang dalam keadaan bocor seperti kupak-kapik, namanya saja Masjid Agung kebanggaan Icon masyarakat Kabupaten Deli Serdang.

“Atas nama IJR Deli Serdang saya berharap kepada Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan memberikan tindakan tegas kepada pemborongnya karena sudah melampaui ambang batas dan seharusnya sudah diserah terimakan kepada pemerintahan daerah, dan harapannya kepada Kejaksaan untuk segera mengaudit anggaran pembangunan Masjid Agung dan kalau memang terdapat adanya indikasi korupsi supaya ditindak tegas dan bawa masalah ini hingga ke meja hijau,” tutupnya.

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa ditahun 2017 pelaksana pembangunan Masjid Agung milik icon pemerintahan Pemkab Deli Serdang ini adalah Ir. Khoirum Rijal, ST, M.AP yang saat ini sebagai Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM), pada saat pembangunan Masjid Agung sebagai Khoirum Rijal sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Deli Serdang, namun dibulan November ditahun 2019 dimutasi sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Deli Serdang.
Saat hendak dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, tidak menjawab, bahkan melalui sms dinomor tersebut hingga berita ini tayang tidak ada respon.

Reporter : Habil
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *