Kualitas Dan Pangsa Pasar Busana Batik Jambi Harus Ditingkatkan

Reporter: Inro

Jakarta, Kamis (2/2/2017) suaraindonesia-news.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jambi, Hj. Sherrin Tharia Zola menghadiri Pembukaan Indonesia Fashion Week 2017, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), kamis (2/2).

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menyampaikan, Indonesia Fashion Week ini merupakan yang ke-6, yang diselenggarakan sejak tahun 2012, dengan tujuan untuk meningkatkan usaha-usaha kecil di bidang  busana dan batik supaya terus berkembang.

Airlangga Hartarto menyampaikan, nilai ekspor busana Indonesia ke luar negeri sudah mencapai 12 milyar Dolar AS.

“Ada faktor kreatifitas yang tinggi terkait dengan wiraswasta kita di tanah air, dan pemerintah akan terus mensupport bidang fesyen ini karena menyerap tenaga kerja yang begitu banyak, produk busana inilah yang didorong agar mempunyai pasar yang kuat, termasuk dengan terus mendorong desainer-desainer Indonesia,” tutur Airlangga Hartarto.

Dikatakannya, bahwa kualitas dan pangsa pasar busana yang terbuat dari kain Jambi terus ditingkatkan, agar kualitas busana kain Jambi semakin baik dan semakin dikenal oleh masyarakat luas, yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan para pengrajin kain.

Indonesia Fashion Week 2017, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto dan dihadiri oleh Menteri Kebudayaan, Menteri Pariwisata, Menteri Luar Negeri, dan para duta besar dari negara  tetangga.

Dalam Indonesia Fashion Week yang bertema Celebrations of Culture, Mengangkat Kearifan Budaya Lokal dalam Menghadapi Persaingan Global tersebut, setiap Provinsi di Indonesia menampilkan busana dari kain daerah masing-masing.

Provinsi Jambi menampilkan berbagai model busana dengan berbagai varian motif yang berbahan kain dan batik Jambi.

Untuk itu, lanjut Sherrin Tharia, Dekranasda Provinsi Jambi bersinergi dengan Dekranasda Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi berupaya untuk merangkul dan lebih mengintenskan lagi pemberian pelatihan kepada para pengrajin, serta berusaha bekerja sama dengan seluruh pihak terkait.

“Salah satu langkah yang ditempuh oleh Dekranasda Provinsi Jambi untuk meningkatkan kualitas dan pangsa pasar busana kain Jambi, dengan mendatangkan perancang busana yang sudah mumpuni dalam bidang desain busana, termasuk dalam jaringan pemasaran busana, yakni Barley Asmara, untuk memberikan pelatihan pengembangan busana kain Jambi, sekaligus memberikan wawasan tentang busana kepada para pengrajin, “ujarnya.

Dapat diharapkan para pengrajin bisa teredukasi, sehingga bisa memanfaatkan ilmu-ilmu yang sudah diberikan.

Dalam pengembangan busana kain Jambi, bahwa khasanah budaya Provinsi Jambi terus digali, diekspolore, dengan tujuan untuk melestarikan budaya Jambi dan untuk mengembangkan ekonomi kemasyarakatan, salah satunya dengan memopulerkan tanjak, kain yang dikenakan di kepala yang digunakan oleh kaum adam yang merupakan budaya Jambi.

Untuk diketahui, akhir-akhir ini, Gubernur Jambi, H. Zumi Zola, S. TP, MA sedang gencar-gencarnya mempopulerkan tanjak tersebut dengan cara menggunakannya di berbagai acara, sekaligus menghimbau masyarakat juga untuk menggunakannya, sebagai upaya untuk mengangkat budaya Jambi. Sherrin berharap agar tanjak bisa dieksplore di tingkat nasional.

“Busana dari kain Jambi step by step kita perkenalkan, termasuk tanjak Jambi dan dikerjakan secara detail, kalau tidak detail nanti kesanya asal-asalan, pelan-pelan kita kerjakaanya, nanti kalau terburu-buru kesannya mubazir. Tidak hanya itu, kedepannya secara bertahap, batik dan songket Jambi juga kita perkenalkan, direncanakan  Maret 2017 nanti ada acara untuk memperkenalkan kearifan lokal budaya Jambi. Ini harus terus-menenerus, jangan cepat bosan, harus ada variasi batik dan songket Jambi,” jelas Sherrin Tharia.

Sherrin Tharia juga menghimbau masyarakat untuk melestarikan kearifan lokal Jambi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here