KPPU Minta Pemerintah Import Daging Sapi Segar

oleh -13 views
Reporter: Adi Wiyono
Kota Batu, suaraindonesia-news.com – Untuk mengantisipasi melambungnya harga daging sapi di pasaran  menjelang lebaran,  Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), meminta kepada pemerintah joko widodo (Jokowi)  untuk segera  mengimport daging sapi segar di Negara tetangga  dengan harapan bisa meminimalisir ongkos kirim.
KPPU  RI  Dr Muhammad  Syarkawi Rauf, saat ditemui usai melakukan  sidak di Desa Gunung Sari Kecamatan Bumiaji kota Batu, Sabtu (4/6/2016)  siang, mengatakan untuk mengatasi tingginya harga daging sapi pemerintah harus segera mengimport daging sapi segar bukan daging sapi beku, dari  Negara tetangga  seperti Australia dan New Zealand.
“Tingginya  harga daging sapi  itu dipengaruhi karena tingginya permintaan pasar sementara stok daging sapi lokal terbatas dan tidak mencukupi untuk  kebutuhan masyarakat,” jelas  Syarkawi. 
Hasil pemantau di beberapa daerah di Indonesia harga daging sapi  bervariasi, di Jambi Rp 120 Ribu/kg, Jakarta 130 ribu/kg, Sementara di Makasar Rp 90 ribu/kg.
“Hampir semuanya di Makasar itu pasokan dagingya daging lokal, ini apa artinya kalau mereka bisa  dengan jualan Rp 90 ribu, Pak jokowi ingin daging Rp 80 ribu per Kg  itu bisa, karena di Makasar selisih harganya  Rp 10 ribu, itu  bisa dilakukan, karena biaya traportasi yang mahal itu karena ada praktek distribusi yang panjang,” kata dia.
Untuk Jakarta  melambungnya harga daging sapi itu salah satunya dipengaruhi oleh factor traportasi  karena daging sapi local itu diambil dari Indonesia Timur. 
Sementara soal tranportasi, kata dia, kapal ternak pengangkut sapi dari Indonesia bagian timur hanya bisa dilakukan 3 kali dalam 1 bulan  dengan kapasitas mengangkut 1500 ekor sapi, padahal edealnya untuk Jakarta kebutuhan sapi  setiap hari lebih dari 2000 ekor sapi. Atau 80 persen kebutuhan daging sapi itu terpusat di Jakarta.
“Sebenarnya Pemerintah jokowi untuk menjadikan harga daging sapi menjadi Rp 80 Ribu/kg itu bisa, tapi itu  tidak bisa langsung, dilakukan secara bertahap, paling tidak dengan adanya impor daging sapi segar ini,  lebaran ini  harganya sudah bisa stabil,” ucapnya 
Laporan dari beberapa daerah  kata dia, terkait permintaan daging sapi datanya terkesan amburadul, data tidak ada yang  singkron antara institusi satu dengan lainnya, hal ini berpengaruh pada  harga daging sapi  tidak stabil malah cenderung naik. Pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut harus konsisten untuk meperbaiki infrastruktur tranportasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *