KPPU Cium Kecurangan Soal PJU Sidoarjo

SURABAYA, Suara Indonesia-News.Com – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengendus adanya praktik kecurangan dalam lelang penerangan jalan umum (JPU) yang diadakan Pemkab Sidoarjo tahun anggaran 2014/2015.

Dalam waktu dekat, KPPU akan memberi kejutan terkait dengan perkembangan kasus lelang yang menghabiskan anggaran negara sebesar Rp 52 miliar ini. Demikian dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Daerah Surabaya KPPU, Aru Armando, Rabu (21/10).

“Saya janji tidak akan lama lagi kasus ini akan berlanjut ke tahap pemeriksaan perkara di KPPU dan segera disidangkan,” lanjutnya.

Saat ini, pihaknya sedang mendalami kasus ini. Beberapa pihak sudah dimintai keterangan, diantaranya salah satu produsen lampu yang mensupply dalam pengadaan PJU tersebut, yakni Philips.

Pihak KPPU menduga, dalam lelang ini ada persekongkolan antara peserta lelang dengan panitia tender. Proses tender, kata Armando, melibatkan panitia juga pejabat penerima barang.

Namun, dia tidak berani menduga apakah pimpinan instansi yang mengadakan lelang itu terlibat atau tidak. Yang pasti, lanjutnya, KPPU sudah menemukan persekongkolan.

“Kita sudah menemukan adanya persekongkolan. Bukan melibatkan Philips, tapi minta keterangan ke Philips apakah proses pelelangan itu terjadi persekongkolan atau tidak,” jelasnya.

Dijelaskan Armando, dalam persekongkolan tender ada 2, yaitu persekongkolan secara horizontal dan vertikal. Selain itu ada juga persekongkolan yang sifatnya mix, yakni antara horizontal dan vertikal.

“Ada 5 badan usaha yang terlibat dalam persekongkolan ini. Mereka semua peserta tender. Detailnya nanti kami sampaikan,” tandasnya. (Adhi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here