KPPB Dan Perpadi Bangun Komunikasi Terkait Flutuasi Harga Beras

oleh -30 views
Musda KPPB Jatim 2016

Reporter : Adi Wiyono

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Banyaknya para pengusaha penggilingan padi dan petani  yang kerap mengalami kerugian meski  harga beras mengalami kenaikan  membuat  Komunitas Penggilingan Padi dan Beras  (KPPB) Jawa Timur,  dan  bersama Persatuan penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi)  Jawa timur, Minggu (13/3/2016)  di Hotel  Singgasari  Kota  Batu membangun komunikasi  terkait harga beras.

Agenda Musda KPPB  Jatim salah satunya  dimaksudkan  sebagai upaya untuk membangun komunikasi agar antara para pengusaha penggilingan padi dan petani bisa saling diuntungkan jika terkait adanya flutuasi harga beras.

Andreas Ketua  Panitia Penyelenggara Musda KPPB Jatim menyatakan jika Musyawarah Daerah ini dimaksudkan  sebagai langkah konsolidasi dari KPPB Jatim dan Perpadi  untuk membangun komunikasi agar para pedagang beras,  petani dan pengusaha penggilingan padi bisa satu suara dalam menentukan harga beras yang akan di jual kepasaran.

“Karena selama ini, akibat kurangnya komunikasi,  ada sebagian petani  dan pengusaha penggilingan beras serta pedagang yang bangkrut akibat tidak sejalanya dalam mengambil keputusan terkait harga beras,” kata Andreas.

Menurutnya, dalam pertemuan yang juga dihadiri perwakilan dari kementrian pertanian Dan Bulon Jatim, itu juga dimaksudkan sebagai upaya menyikapi tindakan bulog yang di nilai sangat rendah dalam menetapkan harga beras di tingkat petani. Dan hal ini sangat merugikan mereka, karena bulog mengambil harga  pokok pembelian (HPP) beras dari petani sebesar  Rp 7.300.

Ia berharap dengan melakukan komunikasi ini   bisa di temukan solusi antara pemerintah dalam hal ini bulog dan kementrian pertanian dengan KPPB dan petani  agar swasembada beras di indonesia khususnya di Jawa timur bisa terealisasi.

Sementara itu ketua Umum  Perpadi Sutarto Alimoeso mengatakan  dalam pertemuan ini bisa diharapkan   dapat memberikan konstribusi positif dengan menjadi mitra strategis pemerintah daerah maupun pusat.

Komunitas yang saat ini beranggotakan 7000 penggilingan padi dan pedagang beras secara nasional ini, memiliki peran strategis dalam industri perberasan dan ketahanan pangan. karena beranggotakan pelaku usaha perberasan, maka kondisi lapangan dan diharapkan bisa membantu dalam mewujudkan program-program ketahanan pangan nasional.

“Jatim sebagai lumbung padi nasional dan menjadi terminal  dalam distribusi beras hingga ke Indonesia Timur harus bisa menjadi pioner bagi provinsi lain di Indonesia” Kata sutarto.

Menurutnya,  Industri perberasan ini harus didukung penuh oleh pemerintah. KPPB dan Perpadi  siap membantu pemda dengan bersinergi dalam berbagai program, salah satunya adalah mendorong terbentuknya BUMD Pangan untuk menjaga bufferstock dan ketersediaan beras dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *