Kota Sampang Kembali Dihantam Banjir

oleh -60 views
Foto : Kita Sampang kembali dihantam banjir bandang kiriman air dari wilayah Utara Sampang, yang mengalami hujan deras beberapa hari terakhir ini. (Foto: FNora/SI).

SAMPANG, Senin (11/1/2021) suaraindonesia-news.com – Hujan deras di wilayah utara Kabupaten Sampang beberapa hari ini, membuat sungai kemuning tak mampu menampung kiriman air dan meluap. Akibatnya, banjir kembali menghantam dan merendam rumah warga di Kota Sampang.

Informasi yang diterima suaraindonesia, kiriman air banjir mulai masuk pukul 02.00 dinihari. Pagi harinya air terus meninggi hingga ada yang mencapai perut orang dewasa. Terutama di wilayah rawan banjir di Kelurahan Dalpenang, Kelurahan Rong Tengah dan Kelurahan Gunung Sekar.

Seperti biasa, rendaman air pertama mengisi Desa Pangelen, Desa Kemuning, Desa Banyumas, dan Desa Tanggumung. Selanjutnya, air banjir terus mengalir ke wilayah perkotaan Sampang, seperti Kelurahan Dalpenang, Kelurahan Rong Tengah, Kelurahan Gunung Sekar, dan Kelurahan Polagan Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

“Sejak tadi malam pukul 20.00 WIB, kami sudah menerima informasi akan terjadi banjir kiriman air dari wilayah Utara Sampang. Untuk itu, kami sudah sigap segera mengamankan barang-barang di dalam rumah dan kendaraan roda dua agar tidak terendam air banjir yang kotor dan berlumpur,” terang Hadori, warga Jl. Pemuda Baru Kelurahan Rong Tengah.

Dikatakannya, kami sudah terbiasa kebanjiran hingga berkali-kali saat musim penghujan. Sehingga, kami selalu sigap ketika ada informasi terjadi hujan deras hingga beberapa hari di wilayah utara Sampang, seperti Kecamatan Robtal, Karang Penang dan Kecamatan Kedungdung.

“Namun kami berharap ada solusi terbaik dari Pemkab Sampang, terkait bencana banjir bandang ini. Sebab setiap musim penghujan datang, kami selalu was-was datangnya kiriman banjir bandang dari wilayah utara Sampang, yang sangat kotor dan berlumpur,” tandasnya.

Ungkapan senada juga dilontarkan Abdullah warga Kelurahan Dalpenang. Menurutnya, banjir saat ini benar-benar tidak terduga. Sebab, sungai kemuning sudah dikeruk dan pinggir sungai sudah diberi tebing tinggi. Bahkan, sudah ada pompa penyedot dibeberapa titik lokasi banjir yang cukup parah.

“Tapi bencana banjir tidak dapat terbendung dan kembali menghantam rumah diperkotaan,” ungkapnya.

Dia meminta Pemkab Sampang segera mencari solusi terbaik atas bencana banjir yang selalu menghantam warga perkotaan Sampang setiap datang musim penghujan.

“Saat musim penghujan memang tidak dapat dipungkuri akan adanya bencana banjir, namun hal itu bisa diatasi dengan solusi terbaik dan segera membenahi permasalahan yang bisa mengakibatkan luapan air kemuning. Saya yakin pasti ada jalan keluar terbaik. Sehingga warga perkotaan Sampang tidak selalu menjadi korban bencana banjir,” pungkasnya.

Reporter : Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *