exodus
BeritaNewsPemerintahan

Kota Bogor Raih Predikat Kota Menuju Bersih pada Rakornas Pengelolaan Sampah 2026

×

Kota Bogor Raih Predikat Kota Menuju Bersih pada Rakornas Pengelolaan Sampah 2026

Sebarkan artikel ini
IMG 20260225 153901
Foto: Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim (kiri), Sekda Kota Bogor (tengah) dan Kepala DLH (kanan) saat menerima penghargaan.

KOTA BOGOR, Rabu (25/02) suaraindonesia-news.com – Wali Kota Dedie A. Rachim menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup di Balai Kartini. Kegiatan tersebut bertujuan mendorong percepatan penyelesaian persoalan sampah secara masif dari hulu hingga hilir.

Rakornas mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)” sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan darurat sampah nasional sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026. Selain forum koordinasi, agenda juga diisi dengan pemberian penghargaan kinerja pengelolaan sampah kepada pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kota Bogor meraih predikat Kota Menuju Bersih yang diserahkan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Dedie Rachim menyampaikan bahwa penghargaan itu diterima bersama 12 kota dan 22 kabupaten lain di Indonesia.

“Namun demikian, penilaian ini hampir setara dengan Piala Adipura yang sudah kita kenal sebelumnya. Hanya Kota Bogor bersama 12 kota lain yang menerima penghargaan dari 98 kota se-Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, perubahan kategori penilaian Kota/Kabupaten Bersih atau Kotor pada 2026 disiapkan sebagai bagian dari persiapan sistem penilaian serupa Adipura pada tahun berikutnya.

Dalam sambutannya, Menteri Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa sekitar 34 persen Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia telah meninggalkan praktik open dumping, sementara 66 persen lainnya masih perlu bertransformasi menuju sistem pengelolaan yang lebih ramah lingkungan, seperti controlled landfill dan sanitary landfill.

Transformasi menuju metode tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk mewujudkan pengelolaan sampah berwawasan lingkungan, karena dapat mengurangi pencemaran tanah, air, dan udara serta memungkinkan pengendalian lindi dan gas metana secara lebih aman dan terukur.