Reporter: Muhyidin
Grobogan, Kamis 01/09/2016 (suaraindonesia-news.com) – Berlarut-larutnya kekosongan Wakil Bupati Kabupaten Grobogan sampai saat ini, mendapat tanggapan serius dari publik. Masyarakat menghendaki kekosongan ini sebaiknya segera terisi.
Mantan aktivis dan Ketua Presidium Forum Lintas Pelaku (FLP) Grobogan Rahmatullah berpendapat, paket pasangan calon dalam Pilkada terdiri atas calon Bupati dan Wakil Bupati. Jadi, ketika terjadi kekosongan seharusnya ada tindakan yang cepat mengisinya, bukan malah dinikmati dengan pemikiran aji mumpung.
“Kekosongan posisi Wakil Bupati sudah sangat mengganggu kinerja Bupati, terbukti seringkali sejumlah acara harus terlambat karena padatnya acara Bupati dengan jadwal yang tumpang tindih. Belum lagi beratnya beban di pemerintahan yang tidak mungkin dilakukan sendiri,” jelasnya.
Pernyataan senada juga muncul dari kalangan profesional, Suwadi Idris Amir seorang konsultan politik di Indeks Politika Indonesia mengatakan, sebuah pemerintahan daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati sangat penting untuk membangun hubungan kerja yang harmonis agar Pemda bisa berjalan dengan baik dan lancar, untuk itu keutuhan keduanya suatu keharusan.
“Sayangnya hal tersebut belum berlaku di Kabupaten Grobogan, entah disengaja atau ada kendala teknis hal tersebut buruk untuk efektivitas pemerintahan kabupaten,” imbuhnya.
Suwadi menambahkan, kosongnya kursi Wakil Bupati tidak boleh berlangsung lama, sebab itu kurang menunjang jalannya Pemda, Bupati dan Wabup adalah satu paket yang disiapkan untuk menjalankan roda Pemda agar keduanya bisa saling menunjang kinerja dan saling menutupi kekurangan baik dalam kinerja maupun pemikiran.
“DPRD Grobogan dan Bupati harus segera menunjuk Wakil Bupati agar Pemda Grobogan berjalan normal. Peran Wakil sangat sentral karena selaku pengawas kebijakan daerah, untuk itu Pemda harus secepatnya memiliki Wabup untuk kelancaran pemerintahan,” tutup Suwadi.
