Kornas TRC PAI Naumi Lania: Jika Presiden Peduli Anak Bentuk Kementrian Husus Anak

Rusmini Supriadi/Ibu Naumi Lania, Aktifis Anak dan Perempuan

Jakarta, Kamis (1/12/2016) suaraindonesia-news.com – Ketua Kornas TIM Reaksi Cepat Perlindungan Anak Indonesia (TRC PAI) Rusmini Supriadi meminta agar Presiden segera membentuk kementrian husus anak sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak bangsa.

Selama ini kata Naumi, semuanya berada dibawah naungan Kementrian Sosial (Kemensos), sehingga kata dia tidak akan pernah maksimal perhatian terhadap persoalan anak bangsa.

“Jadi, jika Kementrian husus anak ada sendiri,  KPAI ikut ke Kementrian anak, TRC PAI dan organisasi anak lainnya juga ada di bawah naungannya, akan lebih efisien, ini kan tidak, semuanya ikut Dinsos, tetapi harusnya revisi undang undang reaksi cepat,” Kata Bunda Naumi sapaan akrab Rusmini Supriadi, Rabu (1/12/2016).

Dikatakan Naumi, selama ini Presiden selalu menyampaikan dan setuju bahwa kejahatan terhadap anak sudah termasuk kejahatan exstra ordinary crime (kejahatan luar biasa).

“Kalau Presiden komitmen terhadap kalimat beliau bahwa kejahatan terhadap anak sudah termasuk kejahatan exstra ordinary crime (kejahatan luar biasa), bentuk kementrian husus anak baru itu namanya action,” tegas Bunda Naumi.

Menurut Naumi, selama ini yang terjadi, kepedulian terhadap anak bangsa hanya jika ada persoalan yang menimpa anak saja, baru bermunculan untuk menjadi pahlawan anak, bahkan yang lebih miris kata Naumi, tak jarang ditemukan yang hanya memanfaatkan kasus atau persoalan yang menimpa anak sebagai ajang untuk mencari ketenaran semata.

Bunda Naumi Lania, Aktifis Anak dan Perempuan
Bunda Naumi Lania, Aktifis Anak dan Perempuan

“Baru Kalau ada kasus anak semuanya bermunculan nampang di TV, jadi ngetop karena penderitaan anak,” kata Istri mantan Bupati Banggai Kepulauan ini.

Lanjut Naumi, Satu contoh kasus pembunuhan angeline, Erlinda Ngomong, Seto ngomong, semuanya ingin ngomong, kalau Aris jelas beliau saya yang bawa mencari Angeline, siapa dibalik semua itu, bapak Romi Sompi bersama Komnas anak, tapi siapa yang ngetop atas kematian anak,” beber Naumi dengan nada lantang.

Jadi menurut Naumi, selama ini yang terjadi, bentuk kepedulian anak muncul hanya saat ada persoalan anak saja.

“Nanti kalau anak sudah menderita, anak sudah tersiksa, KPAI Ngomong, Komnas ngomong, Kementrian Anak Ngomong, tapi TRC PAI tidak pernah mereka bicarakan,” tutur Naumi dengan nada agak kesal.

Dikatakan Naumi, Bangsa kita ini bangsa majemuk, peniru, nanti jika sudah ada kejadian baru sibuk. Sambung.

“Nanti ada yang ngetop dibalik peristiwa itu, suatu contoh, ada yang menghina pancasila jadi duta pancasila, jadi bangsa kita ini aneh,” cetus Naumi.

Naumi menjelaskan, bahwa TRC PAI adalah prefentif dan edukatif, pencegahan lebih baik dari pada mengobati.

“Jadi selama ini kami roadshow keliling indonesia untuk selalu memberikan sosialisasi kepada anak SD, SMP, SMA, tentang bahaya narkoba, seks bebas, pengaruh media sosial,” terangnya.

Selain itu, Naumi juga mengatakan bahwa TRC PAI mitra Polri terutama bagian Unit PPA.

“Kami berharap, Polisi Wanita (Polwan) lebih diperbanyak lagi, dengan demikian diharapkan akan membantu terhadap persoalan anak,” ujarnya.

Yang pasti lanjut Naumi, anggota Polri dan TNI masih kurang apalagi di daerah yang rawan konflik.

“Saya katakan kurang itu fakta di lapangan, karena sesuai dengan hasil Aktivis kami yang sudah keliling Indonesia tercinta.” Tukasnya.(Zai)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here