Reporter: Iran/ Yuni
Bogor, 01/08/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Aksi anarkis antar umat beragama kembali melanda Indonesia. Belum lama ini, terjadinya serangan dan perusakan terhadap tempat ibadah umat Budha dan Konghuchu (Vihara dan Klenteng).
Perusakan ini dipicu akibat sekelompok umat yang merasa tersinggung akibat protes dari seorang warga dari umat lain terkait kegiatan ibadah di Jalan Karya, Tanjung Balai, Sumut.
Hal ini sontak menyulut kemarahan warga lain dan terjadinya perselisihan yang menyebabkan adanya perusakan tempat ibadah.
Berkaitan dengan kejadian tersebut, Pangdam III Siliwangi segera mengambil tindakan pencegaham dengan menyampaikan amanat kepada seluruh jajarannya untuk turun ke lapangan dan mengajak seluruh tokoh agama, pemuda-pemudi, serta masyarakat luas pribumi maupun WNI keturunan untuk saling bersatu melawan perpecahan dalam menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan masyarakat.
“Kita harus menunjukkan bahwa Indonesia meski berbeda-beda namun tetap satu, yakni Indonesia. Diversity but always Unity, Indonesia,” tutur Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Hadi Prasojo.
Korem 061/Suryakencana beserta jajarannya segera menindaklanjuti amanat Pangdam III/Siliwangi dengan mengerahkan seluruh Kodim dan Koramil di wilayah Korem 061/SK untuk segera bergerak melakukan pengamanan terhadap tempat peribadatan terutama Vihara dan Klenteng yang berada di wilayah binaan masing-masing Kodim.
Pengamanan ini dilaksanakan hingga waktu yang tak ditentukan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.












