Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Korban Tragedi Mina: Hilang Kontak Empat Hari, ketua Rombongan Meninggal Dunia

Avatar of admin
×

Korban Tragedi Mina: Hilang Kontak Empat Hari, ketua Rombongan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Siswa melayat di rumah korban
Siswa melayat di rumah korban

KOTA BATU, Suara Indonesia-News.Com – Setelah hilang kontak selama empat hari dan terpisah  dengan istrinya Umi Kulsum (56),  Junaidi Syahrudin Marjun,  jamaah Haji asal kota Batu  dengan Kloter SUB 36 Nomor paspor B 1021715, Sening siang (28/9) dikabarkan meninggal dunia. 

Pengumuman  dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh kementrian agama  (Kemenag)  tentang  korban hilang dan meninggal dunia ini  yang disampaikan Kantor Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)  Al Iklas kota Batu oleh Syamsul  sangatlah  mengejutkan keluarga.

Syamsul  mengirim SMS  pada keluarga  bahwa Junaidi telah meninggal dunia  di mina Arab Saudi.

Ita menunjukkan foto mertuanya
Ita menunjukkan foto mertuanya

“Kami tidak tahu persis apakah ayah saya ini korban mina atau bukan, tapi yang jelas kemenag kota Batu telah memberi informasi kalau Ayah sudah  positif meninggal dunia” Kata Ita menantu Junaidi saat ditemui di rumah duka, kelurahan Songgokerto, Kota Batu.

Baca Juga :  Koramil 0826-05 Larangan Evakuasi Pohon Tumbang di Dusun Petang

Kata Ita, Junaidi yang menjadi ketua rombongan ini awalnya berangkat bersama istrinya  umi kulsun, namun pada pristiwa  Mina, Junaidi yang membawa HP tiba-tiba  hilang kontak, nomor Hp nya tidak bisa dihubungi  sampai mendapatkan kabar jika Guru SMP N03 Batu ini diketahui meninggal dunia.

Sedang Anak korban,  Zulfan  Abdul Halim  mengungkapkan, hilangnya orang tuanya itu sudah empat hari lalu, komunikasi bersama Aidatur Rohmah  (anak korban)  yang bertugas dikemenag pusat  di mekah  juga terputus.

Baca Juga :  SMP Muhammadiyah 5 Meriah Kan Hari Hijab Internasional

“Adik  dan ibu saya itu sudah berupaya  mencari kemana-mana, ternyata tidak membuahkan hasil, dikontak Hpnya  mati, tahu-tahu mendapat kabar kalau Bapak telah meningggal dunia,” kata Zulfan. 

Menurutnya, sebelum berangkat menuaikan ibadah haji,  bapaknya dalam kondisi sehat, malah sebelum lempar jumroh atau sebelum terjadi tragedi korban mina   mengabarkan kepada keluarganya di kota Batu, bahwa dirinya sehat-sehat saja.

“Setelah itu tidak ada komunikasi lagi pada keluarga maupun ibu dan adik yang ada di Mekah” ungkapnya. (Adi Wiyono).