Kopi Lumajang Usulkan IG Produk Melalui APBD Propinsi

oleh -36 views
Peserta sarasehan penggiat kopi asal Lumajang

LUMAJANG, Rabu (18/7/2018) suaraindonesia-news.com – Dinas Koperasi (Dinkop) dan UMKM Kabupaten Lumajang, melalui salah stafnya, Machrus mengatakan jika untuk sementara ini, Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Lumajang, masih mengusulkan Identitas Geografis (IG) untuk produk kopi melalui dana APBD Propinsi Jawa Timur.

“IG ini dibutuhkan agar kopi lokal Kabupaten Lumajang tidak gampang di jiplak atau ditiru oleh kota lain,” ujar Machrus kepada wartawan siang ini.

Untuk kota Lumajang, kata Machrus banyak informasi tentang perkopian untuk bisa digali informasinya.

“Kami banyak informasi tentang perkopian Lumajang, dan kita punya asosiasi pegiat kopi Lumajang,” tambahnya.

Menurut Machrus, usulan dari Kabupaten Lumajang sudah di tampung oleh BAKORWIL V Jember, yang mana BAKORWIL V Jember sangat mendukung IG KOPI, untuk kawasan Sekarkijang.

Dari informasi yang diperoleh media, bahwa Indonesia sendiri telah mengantongi perjanjian kerjasama perdagangan dengan Chile melalui Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) yang ditandatangani Desember 2017 lalu.

Perjanjian inilah yang sedang diusahakan oleh pihak Kemenlu RI dalam mempromosikan produk-produk Indonesia.

Dan dari pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI) juga akan ikut serta memasarkan kopi lokal, salah satunya kopi asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ke luar negeri khususnya ke negara Amerika Latin.

“Insya Allah kalau kopi khas Lumajang dapat memenuhi standar mutu dan kapasitasnya cukup, itu bisa go internasional,” kata salah satu peserta Sarasehan dengan tema “Penggalangan Pengusaha Dalam Upaya Peningkatan Kapasitas Ekspor Produk Kopi dan Kakao Indonesia ke Mancanegara dan Sosialisasi Indonesia” Latin America and Caribean Forum 2018, asal Kabupaten Lumajang, Inul Taufiq.

Acara ini diikuti oleh akademisi, petani, pengusaha dan birokrasi. Seperti kata Inul, saat mengikuti sarasehan tersebut, kopi arabika java-ijen Raung khas Bondowoso yang semakin mendunia dengan citarasa spicy dengan sedikit aroma jahe ini menjadi pilot project dari kegiatan tersebut.

Salah satu pengusaha kopi dan kakao asal Kecamatan Senduro Lumajang juga ikut serta dalam acara yang dilaksanakan di salah satu hotel ternama di Jember ini adalah Siswanto.

“Ini semua juga harus didukung oleh pemerintahan dan kerjasama yang baik, agar kopi asal Lumajang bisa tembus internasional,” beber pengusaha bakery ini.

Semoga ke depan, dengan pemerintahan yang baru, menurut Inul, bisa mewujudkan seperti di Kabupaten Bondowoso, yang Bupatinya sangat mendukung terhadap Usaha Kecil Menengah (UKM) terutama pengusaha kopi.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publiser : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *