Komunitas Papote Kangean Santuni Anak Yatim Piatu

Kapolsek Arjasa Iptu Karsono, SH, Saat Memberikan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu, Kamis (07/06/2018).

SUMENEP, Kamis (07/06/2018) suara-indonesia news.com – Sekelompok orang yang tergabung dalam Komunitas “Papote” Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan kegiatan santunan bagi anak Yatim Piatu, Kamis (07/06/2018), di Sekretariat Papote yang beralamat di Jl. Raya Sambakati Arjasa.

Acara yang mengangkat Tema “Indahnya Berbagi Untuk Meraih Keberkahan” itu dihadiri 94 anak yatim piatu yang sengaja diundang untuk diberi santunan masing-masing berupa uang sebesar Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) ditambah makanan yang dibungkus plastik.

“Kami sengaja mengundang anak yatim piatu sebanyak 94 orang untuk diberi santunan berupa uang dan sedikit makanan,” Kata Basri, S. Pd, Ketua Umum Papote Kangean, dalam sambutannya.

Pria yang biasa dipanggil Basri itu bercerita tentang asal muasal terbentuknya Komunitas Papote Kangean, menurutnya terbentuknya Komunitas Papote bermula dari bincang santai dengan satu, dua orang, dari waktu ke waktu serta dari tempat satu ke tempat yang lainnya sembari mengidentifikasi problem sosial masyarakat dilingkup Kangean yang ternyata masih jauh dari kata sejahtera, dengan kata lain fakir miskin dan dhu’afa, terkhusus anak yatim/piatu masih menghantui keberlanjutan hidup masyarakat Kangean.

Baca Juga: Razia Gepeng, Satpol PP Sumenep Amankan 10 Orang Lansia

“Hasil dari identifikasi lapangan inilah kemudian dijadikan data untuk dialog panjang, sehingga pada satu kesimpulan yaitu membuat suatu wadah yang bergerak dibidang sosial, dengan membantu masyarakat yang tergolong mustadh’afin tersebut,” ceritanya.

Dimulai dari diskusi kecil-kecilan dengan saudara kita sesama warga kangean itu kata Basri, secara maraton dan berkala untuk mendiagnosa keadaan masyarakat yang ada, dan puncaknya pada tanggal 15 dzumadil awal 1439 Hijriyah atau bertepatan dengan Gerhana Bulan ia sepakat mendeklarasikan wadah baru dengan pola dan gerak terbaru.

“Ingat sekali lagi wadah ini lahir dikala gerhana total, dan ini pertanda ada energi positif yang masuk kepada wadah ini yang kita tidak sadari,” terangnya dengan nada serius.

Dalam pernyataan penutupnya, Ketum Papote ini juga menjelaskan secara rinci tata cara dalam membantu masyarakan miskin dan yatim piatu, semisal bantuan yang disalurkan itu hasil dari iuran anggotanya juga sumbangan masyarakat umum baik dengan cara manual maupun menstranfer melalui Rekening Bank Jatim atas nama Komunitas Papote Kangeang dengan Nomor 0342187382 yang tidak mengikat.

Anak Yatim Piatu Saat Menghadiri Undangan Komunitas Papote Untuk Menerima Santunan

“Oleh karenanya, sebagai bentuk pertanggung jawaban disetiap masuk dan keluarnya uang, pengurus selalu mempublikasikan lewat media sosial, seperti Whatsapp, Facebook dan sebagainya, untuk keperluan publikasi eksternal, diinternal tentu ada evaluasi disetiap harinya oleh anggota Papote bersama pengurus,” terangnya.

Perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa Papote ini dibentuk sampai saat ini, baru berjalan kurang lebih 4 bulan, masih seumur jagung, sehingga butuh dukungan dari semua elemen masyarakat supaya komunitas ini berjalan sehat.

“Sebelumnya sudah menyalurkan setiap minggunya sebagai program rutin satu atau dua paket bantuan kepada orang miskin yang layak dibantu, dan sudah mencapai 25 orang dengan masing-masing mendapat Rp 615.000, sehingga kalau diakumulasi total kita bisa salurkan Rp 15.375.000,” imbuhnya.

Baca Juga: Tarik Paksa HP, Pemuda di Sumenep Ini Ditangkap Polisi

Lebih lanjut Basri menjelaskan, dalam perkumpulan Papote ini tidak hanya bicara soal bagaimana kita dirangsang peduli terhadap sesama, namun juga melakukan kegiatan untuk meningkatkan nilai spiritualitas terhadap dirinya (anggota Papote, red) untuk disebarkan kepada masyarakat umum agar bisa memahami Agama secara sempurna.

“Karena dalam situasi era modernis ini, kadang masyarakat kaku dalam memahami nilai yang terkandung dalam Agama itu sendiri, sehingga terjerumus pada pola Radikalisme yang barang tentu, selain merugikan dirinya, orang lain, Bangsa, Negara juga Agama yang dianutnya,” tutur Basri.

Ditempat yang sama dalam sambutannya, Kapolsek Arjasa Iptu Karsono, SH, mengapresiasi terbentuknya Komunitas Papote Kangean, karena menurutnya, jelas membantu fakir miskin dan anak yatim piatu, bahkan Kapolsek menilai, inilah satu-satunya organisasi yang geraknya untuk membantu saudaranya sesama warga Kangean.

“Saya mengapresiasi terhadap wadah baru, yaitu Papote dengan geraknya untuk membantu fakir miskin, dan saya melihat di Kangean organisasi ini tidak ada, saya pernah ketemu juga di daratan Sumenep sana, oleh karenanya saya bicarakan kelompok ini dalam Rakor Forpimka nanti, karena ini unik,” Katanya dengan nada salut.

Selain itu Kapolsek Arjasa juga mengaku bangga karena sulit hati seseorang bisa tergerak secara bersama untuk sebuah ibadah dengan menyisipkan harta bendanya untuk orang yang membutuhkan, dan ini dimiliki oleh Komunitas Papote Kangean.

Untuk itu, Kapolsek menghimbau agar kedepannya Papote tidak lagi bergantung pada donatur dalam menyalurkan bantuan pada anak yatim, dengan cara Papote harus memiliki amal usaha yang bersifat permanen, dan kalau perlu memberi bantuan modal khusus anak yatim piatu untuk bisa berkarya dengan ide kreatifnya, sehingga mampu mandiri.

“Sangat bangga terhadap pola gerak Papote, bisa membantu anak yatim piatu dengan cara tersendiri, namun saya menghimbau kedepannya Papote bisa memiliki amal usaha, sehingga tidak bergantung lagi pada donatur,” ujarnya.

Lain daripada itu, disela-sela sambutannya Kapolsek menyelipkan amanah yang diberikan oleh Kapolres Sumenep, bagaimana masyarakat Kangean, dalam Penyelenggaraan Pilkada dan Panwascam bersama Polri dan TNI bersinergi dalam menjaga serta mensukseskan agenda 5 tahunan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang tidak lama lagi akan dihelat.

“Walau ini acara santunan anak yatim piatu, izinkan saya menyampaikan amanah Pak Kapolres, supaya warga Kangean bisa mensukseskan acara Pilkada Jatim dan berpartisipasi dalam menjaga kondusifitasnya,” Tutupnya.

Reporter : Hasan
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here