Komunitas CheetahNation Adakan Webinar Internasional: Hentakkan Tekad Kuliah di Universitas Favorit

oleh -123 views
Tangkapan layar Anggota DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, SHut, MM, yang hadir sebagai salah satu Keynote Speaker dalam acara Webinar Internsional secara virtual.

KOTA BOGOR, Selasa (29/06/2021) suaraindonesia-news.com – Komunitas anak-anak muda, pelajar SMA di Kota Bogor dan Bandung, yang tergabung dalam CheetahNation yang mayoritas adalah siswa SMAN 3 Bogor, SMAN 1 Bogor, SMAN 4 Bogor, SMAN 5 Bogor, SMAN 6 Bogor, SMAN 9 Bogor, dan SMAN 1 Bandung mengadakan Webinar Internasional pada hari Selasa (29/06/2021), dimulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.30 WIB.

Seminar ini menghadirkan Keynote Speaker anggota DPRD Kota Bogor, Konsultan Pendidikan Hijau Indonesia, dan Kepala SMAN 3 Bogor.

Pembicara-pembicara lainnya adalah dosen dan mahasiswa dari 4 (empat) universitas top luar negeri dan 2 (dua) universitas top di Indonesia. Mereka adalah mahasiswa Princeton University, Atlanta, Amerika Serikat, dosen Waseda University, Tokyo, Jepang, mahasiswa National University of Mongolia, Ulaanbaatar, Mongolia, mahasiswa Islamic University of Madinah, Saudi Arabia, kemudian mahasiswa Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia. Selain itu ditambah dengan beberapa orang alumni SMAN Kota Bogor yang baru saja diterima di ITB dan UI dalam SBMPTN 2021. Total ada 12 (dua belas) pembicara, terdiri dari 4 (empat) pembicara dari luar negeri dan sisanya dari dalam negeri.

Webinar ini dibuka oleh Kepala SMAN 3 Bogor, Dra. Emi Rosmiami, M.Pd, yang memaparkan Strategi dan Program SMAN 3 Bogor untuk memuluskan tekad siswa berkuliah di Universitas Favorit. Ia juga menyampaikan statistik alumni SMAN 3 Bogor yang diterima di Perguruan Tinggi, bahwa yang terbanyak adalah yang diterima di Fakultas Kedokteran.

Anggota DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, SHut, MM, yang hadir sebagai salah satu Keynote Speaker menyampaikan dukungan dan Motivasi pemerintah Kota Bogor Untuk calon mahasiswa alumni SMA/SMK/MA Kota Bogor. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bogor menyediakan banyak beasiswa untuk siswa yang berprestasi, di samping tekad Pemerintah Kota Bogor untuk menjadikan Kota Bogor sebagai kota ramah pendidikan.

Konsultan Pendidikan Hijau Indonesia, Loula Maretta menyampaikan materi dengan judul Be Part of Your Country! Loula menyampaikan pesan bahwa anak-anak yang akan melanjutkan kuliah di universitas harus memiliki jiwa untuk menjadi bagian dari negaranya. Ia mencontohkan yang dilakukan di negara Singapore dan Jepang. Moto di Singapore adalah One Day for Your Country, yaitu sejak SMA sampai usia profesional, setiap orang memberikan dan menyumbangkan satu harinya dalam seminggu untuk negaranya. Demikian juga di Jepang, motonya adalah anak yang terlahir adalah Jepang Masa Depan.

Samara Samad, mahasiswa Princeton University, Atlanta, USA yang juga banyak berkiprah di dunia musik di Spotify dan Apple Music memaparkan persiapan masuk universitas di USA dan saran untuk siswa yang akan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi di USA. Samara juga menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa tetaplah memupuk minatnya dan tidak hanya berkuliah, misalnya dalam bidang musik, fotografi, olahraga, dan apa saja yang menjadi minat dan bakat, karena hal tersebut adalah menjadi tambahan yang sangat bernilai dalam kehidupan pada masa dan setelah masa kuliah.

Andante Hadi Pandyaswargo, Ph.D, dosen di Waseda University,
Environment Research Institute, Tokyo, Jepang, memaparkan perjalanannya sebagai lulusan salah satu SMA negeri di Jakarta sampai menjadi dosen di universitas kelas dunia. Anne juga menyampaikan motivasi supaya siswa SMA jangan patah semangat walaupun gagal memasuki universitas yang diimpikannya, tetapi tetap harus mencari jalan.

“Kadang-kadang sistem yang ada tidak bisa mengakomodasi kemampuan kita, sebagaimana juga yang terjadi pada dirinya, bahwa dia juga gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi di Indonesia, kemudian juga gagal dalam seleksi beasiswa masuk universitas di Singapore, tetapi sekarang bisa menjadi dosen di universitas kelas dunia,” kata nya.

Mahasiswa ITB, Salman Alfarisi yang merupakan alumni SMAN 3 Bogor menyampaikan bahwa SNMPTN bukan segala-gala nya, dan dia sudah bertekad dari awal bahwa menginginkan masuk perguruan tinggi impiannya melalui SBMPTN, sehingga kerja keras belajar selama 14 jam sehari harus dilakukannya.

Diskusi panel dengan 3 orang panelis yang baru saja lulus SBMPTN 2021 yang mereka sebut sebagai Pejuang SBMPTN, yaitu Aurelia Ardhani Nathania (alumni SMAN 3 Bogor) diterima di UI, Laila Zahra Salsabila (alumni SMAN 1 Bogor) yang diterima di ITB, dan Stephanie Dinda Iskandar (Alumni SMAN 3 Bogor) yang diterima di UI. Masing-masing panelis menyampaikan perjuangannya sejak bersekolah di SMA, kemudian gagal diterima di universitas melalui jalur SNMPTN dan jalur prestasi, tetapi bisa sukses diterima di universitas favorit idamannya melalui jalur SBMPTN melalui kerja keras tentunya.

Nandin-Erdene Altangerel, mahasiswa dari National University of Mongolia, Ulaanbaatar, Mongolia menyampaikan sejarah universitasnya, proses untuk
masuk universitas, dan persiapan apa saja yang harus dikerjakan untuk bisa diterima di universitasnya. Putri Aiman Thalib, mahasiswa UI menyampaikan adaptasi kehidupan dari SMA menjadi kehidupan dunia perguruan tinggi.

Faisal Ahmed, mahasiswa Islamic University of Madinah, Saudi Arabia, menyampaikan dan memotivasi bahwa banyak sekali kesempatan yang dibuka oleh Pemerintah Saudi Arabia untuk menjadi mahasiswa di universitas di Saudi Arabia. Faisal juga memaparkan link 25 universitas top di Saudi Arabia yang banyak menawarkan beasiswa untuk mahasiswa asing.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *