KOTA BOGOR, Sabtu (17/05) suaraindonesia-news.com – Komisi III DPRD Kota Bogor melaksanakan kunjungan lapangan ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai struktur organisasi, program kerja, serta kondisi sarana dan prasarana yang mendukung pengelolaan lingkungan di Kota Bogor.
Ketua Komisi III, Heri Cahyono, menilai bahwa DLH memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan kota. Oleh karena itu, ia mendorong agar DLH dapat terus memperkuat kapasitas kelembagaan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“DLH menangani isu-isu penting seperti pengelolaan sampah, pencemaran udara dan air, serta edukasi perubahan iklim. Maka perlu dukungan penuh, mulai dari penataan internal hingga dukungan anggaran,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi III menemukan bahwa kantor DLH masih menempati lahan milik masyarakat yang dipinjamkan, bukan aset tetap Pemkot Bogor. Selain itu, area bengkel dan parkir truk sampah masih menyatu dengan area kantor, yang dinilai kurang ideal dari segi fungsi dan tata ruang.
Komisi III juga mencatat bahwa sekitar 60 persen dari total 125 armada truk pengangkut sampah sudah berusia di atas 15 tahun. Hal ini mempengaruhi efektivitas pengangkutan dan meningkatkan risiko gangguan operasional. Komisi III merekomendasikan agar peremajaan dilakukan secara bertahap, dengan pengadaan minimal 10 unit truk per tahun.
Fasilitas bengkel dan area parkir turut menjadi perhatian karena kurang tertata, tidak dilengkapi pelindung cuaca, serta minim sistem drainase. Beberapa alat berat seperti bulldozer dan ekskavator juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Ditempat yang sama, anggota Komisi III, Abdul Rosid menambahkan bahwa pentingnya memperluas dampak program-program lingkungan ke masyarakat secara langsung. Ia menyoroti perlunya peningkatan efektivitas program RT Bebas Sampah dan keterlibatan DLH dalam mendukung kegiatan padat karya.
“Kegiatan seperti Bogor Ku Bersih sebaiknya menjadi gerakan rutin, bukan sekadar kegiatan simbolik. Harus ada kehadiran nyata DLH di lingkungan warga,” tegasnya.
Menanggapi hal ini, perwakilan DLH, Wawak, menjelaskan bahwa DLH terus berupaya meningkatkan edukasi lingkungan dan mendukung kegiatan lintas sektor, seperti padat karya, melalui dukungan teknis dan pengangkutan sampah.
DLH juga memaparkan berbagai inovasi yang telah dilakukan, seperti ATM Sampah Digital, pengolahan sampah organik dengan maggot, aplikasi Bank Sampah SiKasai, serta pengembangan eco enzyme dan pirolisis. Namun beberapa program menghadapi kendala teknis, termasuk keterbatasan lahan dan koneksi internet.
Di bidang pemantauan lingkungan, DLH melaporkan bahwa kualitas udara saat ini berada pada kategori “sedang”, dan pemantauan kualitas air dilakukan rutin di 39 titik sungai utama dan anak sungai Kota Bogor.
Komisi III mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan DLH, namun tetap menekankan pentingnya dukungan anggaran, revitalisasi fasilitas, serta tata kelola yang lebih baik ke depan.
“Kami berharap DLH bisa menjadi wajah Kota Bogor dalam hal lingkungan. Kantornya harus mencerminkan nilai-nilai kebersihan, ketertiban, dan kesehatan,” tutup Heri Cahyono.













