BALIKPAPAN, Kamis, (8/1) suaraindonesia-news.com – Wajah perkotaan Balikpapan bersiap mengalami transformasi besar. Tak ingin ada warga yang merasa tertinggal di tengah pesatnya pembangunan kota, Komisi III DPRD Kota Balikpapan resmi mengusulkan langkah revolusioner untuk menata ulang kawasan permukiman kumuh menjadi hunian yang bersih, modern, dan bernilai estetika tinggi.
Hal ini dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi III bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, di ruang rapat gabungan DPRD Balikpapan.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri didampingi sejumlah anggotanya. Diantaranya, Raja Siraj, Baharuddin Daeng Lala, Muslimin, H. Haris, dan Wahyullah Bandung, serta Kepala Disperkim, Rafiuddin, yang juga didampingi jajarannya.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak boleh lagi sekadar tambal sulam. Ia mendorong adanya inovasi terbaru yang mampu mengubah drastis kualitas hidup masyarakat di lokasi-lokasi tersebut.
“Kami dari Komisi III mengusulkan adanya inovasi-inovasi terbaru terkait permukiman kumuh. Kami tidak mau warga yang menghuni kawasan tersebut merasa ada ketertinggalan. Kota ini harus maju bersama, tanpa terkecuali,” ujar Yusri kepada media ini seusai melaksanakan RDP.
Menurutnya, dalam rencana ini pihaknya memiliki visi besar untuk mengubah kesan “kumuh” menjadi “cantik”. Komisi III menginginkan setiap sudut permukiman di Balikpapan memiliki standar kebersihan yang baik serta infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai seni atau estetika.
Dalam rencana strategis yang akan disusun, Disperkim akan fokus pada penataan menyeluruh. Fokus utama bukan hanya pada perbaikan jalan, tetapi juga pada elemen pendukung lainnya, seperti Penerangan Jalan Umum (PJU), penambahan lampu-lampu dekoratif sebagai daya tarik visual (Instagramable), serta keamanan kawasan untuk menciptakan lingkungan yang aman.
“Kami mendorong Dinas Perumahan dan Permukiman untuk menjadikan kawasan kumuh menjadi kampung yang menarik dan berwarna-warni. Kita ingin warga merasakan kenyamanan dalam bertempat tinggal,” tambah Yusri.
Berdasarkan data yang dibahas dalam RDP, kata Yusri, terdapat empat wilayah utama yang menjadi fokus penataan kawasan kumuh, yang mayoritas berada di sektor pesisir, yaitu Balikpapan Timur, Balikpapan Kota, Balikpapan Barat, dan sebagian wilayah Balikpapan Selatan.
Keempat titik ini dianggap memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan yang lebih hidup dan produktif secara ekonomi jika dikelola dengan sentuhan pariwisata urban.
Demi mewujudkan mimpi besar ini, DPRD Balikpapan memastikan langkah yang diambil akan sangat terukur. Yusri menjelaskan bahwa ke depannya akan dilakukan kajian mendalam yang melibatkan konsultan profesional.
“Selanjutnya kita akan membuat kajian yang melibatkan beberapa konsultan. Tujuannya agar rencana strategis ini benar-benar matang, mulai dari desain hingga implementasi di lapangan. Kami ingin hasil yang permanen dan dirasakan manfaatnya oleh generasi mendatang,” pungkasnya.
Reporter: Fauzi
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












