BALIKPAPAN, Rabu (18/2) suaraindonesia-news.com – Memasuki ibadah bulan suci Ramadan, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi perhatian serius lembaga legislatif.
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, meminta pemerintah kota melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan pasokan kebutuhan dasar masyarakat tetap aman dan terkendali selama Ramadan.
Japar menilai, fenomena kenaikan harga bahan pokok di bulan suci Ramadan dan Lebaran merupakan hal yang lumrah terjadi. Namun, ia menekankan agar kenaikan tersebut tetap dalam batas kewajaran dan tidak membebani masyarakat secara berlebihan.
“Kenaikan harga seperti telur, cabai, dan sayur-sayuran biasanya memang terjadi menjelang hari besar, itu masih dalam batas kewajaran. Namun, harapan kami kenaikannya tidak terlalu tinggi. Yang paling krusial adalah jangan sampai stok kosong,” ujar Japar Sidik.
Menurutnya, kelangkaan stok menjadi pemicu utama melonjaknya harga di pasar. Oleh karena itu, Komisi II mendorong Dinas Perdagangan Kota Balikpapan untuk rutin memantau distribusi serta segera menggelar operasi pasar jika diperlukan guna menjaga stabilitas harga.
Selain bahan pangan, ketersediaan gas elpiji 3 kilogram (subsidi) juga menjadi sorotan tajam. Japar mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh agen gas di Balikpapan untuk memastikan penyaluran di tingkat pangkalan tepat sasaran.
“Kami meminta para agen untuk mengawasi pangkalan-pangkalan mereka. Jangan sampai terjadi kelangkaan yang dimanfaatkan pengecer untuk menaikkan harga secara sepihak. Jika stok di pangkalan stabil, harga di masyarakat pun akan terjaga,” tegasnya.
Ia juga menyoroti masalah klasik distribusi elpiji subsidi yang seringkali tidak tepat sasaran. Japar menyayangkan masih banyaknya masyarakat golongan menengah ke atas yang menggunakan elpiji 3 kg, padahal kuota yang disiapkan pemerintah sebenarnya sudah mencukupi jika hanya dikonsumsi oleh warga prasejahtera.
“Secara kuota sebenarnya cukup karena sudah dihitung sesuai plafon kebutuhan Balikpapan. Masalahnya adalah penggunaan yang tidak tepat sasaran. Warga yang mampu secara ekonomi masih ikut menggunakan elpiji subsidi. Inilah yang harus dikontrol ketat oleh Dinas Perdagangan,” imbuhnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah sebelumnya telah melakukan operasi pasar elpiji di setiap kelurahan pada pertengahan Februari lalu. Komisi II berharap pengawasan ini terus berlanjut sepanjang bulan Ramadan agar masyarakat kecil dapat beribadah dengan tenang tanpa terkendala kelangkaan kebutuhan pokok.












