KOTA BOGOR, Jum’at (03/01) suaraindonesia-news.com – Komisi 3 DPRD Kota Bogor yang dipimpin oleh Heri Cahyono telah menerima aspirasi warga Kelurahan Ciwaringin dalam sebuah audiensi terkait permasalahan yang timbul akibat adanya pasar tumpah di wilayah mereka. Audiensi tersebut dihadiri oleh sejumlah warga, aktivis sosial, serta beberapa anggota DPRD Kota Bogor, yang mendengarkan keluhan terkait berbagai persoalan yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Warga RT 1 RW 03 Kelurahan Ciwaringin menyampaikan berbagai keluhan mengenai keberadaan pasar tumpah di wilayah mereka. Sejumlah masalah yang diangkat dalam audiensi tersebut meliputi kemacetan lalu lintas, pencemaran udara, bau tak sedap, hingga munculnya praktik premanisme di sekitar kawasan pasar. Selain itu, warga juga mengeluhkan bahwa banyak pedagang yang berjualan di trotoar dan pinggir jalan, yang menyebabkan kekumuhan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Salah seorang warga, Ilham menegaskan bahwa kondisi lingkungan di Ciwaringin semakin memburuk akibat sampah yang berserakan, jalanan yang penuh sesak, dan bau tidak sedap yang ditimbulkan oleh pasar tumpah. Menurutnya, kebersihan dan ketertiban harus segera diperhatikan agar lingkungan menjadi lebih sehat dan layak huni.
Ditempat yang sama, seorang aktivis sosial, Hasan Al Habsyi juga ikut berbicara terkait masalah yang dihadapi warga. Ia menyoroti pungutan liar (pungli) yang dikenakan kepada pedagang, serta banyaknya pedagang yang tidak tertib dalam berjualan. Menurutnya, tindakan seperti itu merugikan masyarakat dan menciptakan ketidaknyamanan. Hasan juga mengusulkan agar pasar tumpah tersebut dipindahkan ke lokasi yang lebih layak, dengan fasilitas yang lebih baik dan sistem yang tertata.
Selain masalah pasar tumpah, warga juga mengeluhkan kebisingan yang ditimbulkan oleh beberapa kafe di sekitar kawasan pasar, salah satunya adalah Kafe Bajawa. Warga mengungkapkan bahwa kebisingan suara dari kafe-kafe tersebut mengganggu kenyamanan mereka, terutama pada malam hari.
Salah satu perwakilan warga Bogor Tengah, Fajar menyampaikan beberapa keluhan lainnya, termasuk keberadaan premanisme yang berasal dari luar Kota Bogor dan masalah lahan kosong yang tidak jelas kepemilikannya.
Menanggapi keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh warga, Komisi 3 DPRD Kota Bogor memberikan beberapa rekomendasi untuk menanggulangi permasalahan yang ada di kawasan tersebut. Rekomendasi tersebut antara lain:
1. Pemindahan pedagang ke tempat yang lebih layak seperti Pasar Merdeka atau Pasar Mawar, yang sudah memiliki sarana dan prasarana yang memadai.
2. Menertibkan pedagang yang berjualan di trotoar dan pinggir jalan, yang menyebabkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum.
3. Melakukan sidak ke Kafe Bajawa untuk mengevaluasi kebisingan suara yang ditimbulkan dan memastikan bahwa kafe tersebut memenuhi peraturan ketertiban umum.
4. Meningkatkan pengawasan oleh Satpol PP agar penertiban yang dilakukan lebih efektif dan tidak ada usaha yang melanggar peraturan yang dibiarkan begitu saja.
Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bogor,Heri Cahyono menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan sidak ke Kafe Bajawa untuk memeriksa kebisingan yang mengganggu warga.
“Kami mendengar keluhan dari warga dan kami akan segera menindaklanjuti dengan sidak ke Kafe Bajawa. Jika ada pelanggaran terhadap ketertiban umum, kami akan mengambil tindakan yang tegas,” ujar Heri Cahyono.
Subhan, salah satu anggota Komisi 3, juga menambahkan bahwa penataan kawasan pasar tumpah dan penertiban pedagang adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan tertata dengan baik.
“Kami berharap agar langkah-langkah yang diambil dapat mengatasi masalah yang ada dan menciptakan kawasan yang lebih nyaman bagi warga dan pedagang,” kata Subhan.
Warga Kelurahan Ciwaringin mengharapkan agar pemerintah Kota Bogor segera merespons aspirasi mereka dengan tindakan nyata. Mereka berharap agar kawasan tersebut dapat tertata dengan lebih baik, dengan adanya penertiban pasar tumpah dan ketertiban bagi para pedagang. Selain itu, mereka juga menginginkan agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan tetap dijaga, sehingga dapat menciptakan suasana yang lebih baik bagi warga yang tinggal di sekitar pasar.
Komisi 3 DPRD Kota Bogor berharap dengan adanya sidak ini, pihak-pihak terkait dapat bekerja sama untuk menciptakan kawasan yang lebih aman, nyaman, dan tertata, baik untuk warga maupun pedagang.












