KOMAD Lalukan Aksi Demo, Bea Cukai Madura Ngaku Kewalahan Menindak Peredaran Rokok Ilegal

oleh -19 views
Sejumlah aktivis dari Komunitas Monitoring dan Advokasi (Komad), saat melakukan demonstrasi ke Kantor Bea Cukai Madura.

PAMEKASAN, Kamis (04/03/2021) suaraindonesia-news.com – Sejumlah Aktivis yang tergabung dalam organisasi Monitoring dan Advokasi (KOMAD), melakukan demonstrasi ke Kantor Bea Cukai Madura, Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pamekasan, Kamis (4/3/2021).

Puluhan aktivis yang melakukan aksi itu mempertanyakan kinerja Bea Cukai Madura dalam penindakan peredaran rokok ilegal di wilayah pamekasan yang
diduga ada campur tangan mafia cukai dengan oknum pengusaha rokok bodong, terbukti pihak Bea Cukai Madura tidak bisa berkuyik ketika massa aksi membawa barang bukti rokok ilegal dan salah tempel cukai di bungkus rokok.

Korlap aksi, Hasib Mawardi setelah melakukan aksi megatakan, dirinya kecewa dengan pihak cukai, karena pihak Bea Cukai Madura tidak bisa mengelak, ketika massa aksi menemukan rokok ilegal yang masih banyak di jual bebas di Pamekasan.

“Pihak Bea Cukai Madura saat saya tanyakan berapa tersangka yang di proses dengan barang bukti yang sebelumnya dimusnahkan sebanyak 6,2 juta batang, 1,7 juta batang, 600 ribu batang rokok yang dimusnahkan, dengan kerugian negara ditaksir mencapai 6,2 milliar rupiah. Kenapa bea cukai hanya menetpakan tersang sebanyak dua saja,” kata Hasib Mawardi, korlap aksi.

Menurut Hasib Mawardi, dari banyaknya rokok ilegal yang diamankan dan di musnahkan Bea Cukai Madura, ada tersangka lain yang diduga dilepas, lantaran pihak Bea Cukai Madura ada campur tangan atau kong-kalikong petugas Bea Cukai dengan oknum pengusaha rokok bodong.

“Kami sudah menemukan barang bukti rokok ilegal dan dibawa untuk diperlihatkan terhadap pihak Bea Cukai, dengan bukti itu, rokol ilegal di pamekasan masih banyak dijual bebas,” ungkap Hasib.

Sementara, menurut Humas Bea dan Cukai Zainul Arifin, mewakili dari jajaran pimpinan Bea dan Cukai menyampaikan, bahwa kita semua mempunyai semangat yang sama untuk memberantas peredaran rokok ilegal, namun pihaknya kewalahan untuk menertibkan rokok ilegal karena jangkauanya semadura.

“Kami serius dalam memberantas peredaran rokok ilegal, namun kami kekurangan SDM yang ada saat ini, dengan pegawai hanya 45 orang, itu semua mengawasi seliruh wilayah madura,” ucap Zainul saat menemui para pendemo di halaman kantor Bea dan Cukai Pamekasan.

Setelah aksi demo, saat sejumlah awak media ingin mempertanyakan lebih luas tentang penangan rokok ilegal dengan bukti yang dibawa massa aksi, namun petugas keamanan (Satpam) kantor Bea Cukai tidak memper bolehkan masuk hingga diwarnai cekcok mulut antara para wartawan dengan satpam kantor Bea Cukai Madura.

Aksi cekcok tersebut terjadi, lantaran pihak Bea Cukai Madura malah menunjuk dan menyebut salah satu nama media, spontan saja awak media yang lain tidak terima dan terjadi cekcok yang cukup panas.

“Kita semua ini wartawan, jangan pilih-pilih, dan kita semua punya hak untuk konfirmasi, jangan hanya kalau butuh kita saja diundang, giliran ada demo seperti ini, tidak mau menemui,” ucap salah satu Wartawan MNC TV Group.,sekaligus ketua Forum Wartawan Pamekasan (FWP). Dedi Priyanto.

Reporter. : My
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *