KOTA BATU – Sabtu (13/8/2022) suaraindonesia-news.com – Angela Lavina Halim, seorang siswi kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kota Batu terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kota di upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77, pada 17 Agustus 2022 mendatang.
Remaja 16 tahun yang kerap disapa Lala ini adalah putri dari seorang jurnalis yang biasa berada di Mapolres Batu.
Namun bukan hal yang mudah untuk bisa menjadi anggota Paskibraka. Dia berhasil mengalahkan teman atau peserta lain dari sekian calon anggota Paskibraka.
Untuk menjadi anggota Paskibraka ia harus menyiapkan mental agar bisa tetap berlatih dengan baik dan disiplin. Namun, dirinya bersyukur bisa menjadi salah satu calon anggota Paskibraka Kota Batu.
Lala mulanya tak menyangka, jika dirinya bakal terpilih menjadi salah satu anggota Paskibraka Kota Batu.
“Perasaan saya tentunya senang dan bahagia bisa bergabung di Paskibraka Kota Batu, karena nggak nyangka saya bisa lolos hingga sampai sejauh ini,” kata Lala, Sabtu (13/08).
Sejak menjadi Paskibraka Kota Batu, Lala mengaku banyak menimba ilmu dan pengalaman yang didapatkan.
Lala pun menceritakan proses seleksi Paskibaraka tingkat Kota Batu yang cukup panjang dan melelahkan itu.
Awalnya, dirinya mengaku mengikuti tes di sekolahan, kemudian dilanjutkan dengan seleksi postur dan administrasi. Setelah itu dilanjutkan dengan tes baris berbaris, tes fisik, dan yang terakhir tes wawancara.
“Dari SMAN 2 Kota Batu sekitar 68 siswa, alhamdulillah sekarang yang lolos ada 8 orang termasuk saya,” kata remaja yang tinggal di Jalan Hasanudin Junrejo, Kota Batu ini.
Baginya, proses panjang tersebut merupakan sebuah tantangan, sebab di setiap tahapan seleksi, dirinya dapat menemukan pengalaman baru dan bertemu dengan teman-teman yang baru pula.
Dan sukanya, ketika mereka mendapatkan apresiasi dari para senior saat formasi mereka benar. Karena status yang sama tanpa embel-embel almamater, rasa kekeluargaan yang erat pun muncul dalam diri para peserta Paskibraka tersebut.
Pengorbanan lain yang harus dirinya lakukan, yakni dapat membagi waktu antara sekolah dan latihan rutin bagi para anggota Paskibraka.
Pada awalnya, Lala mengaku sempat keteteran dengan tugas sekolahnya, namun karena manajemen waktu yang baik serta disiplin yang tinggi, terlebih dukungan orang tuanya, pada akhirnya ia mampu menyelesaikannya.
“Pengorbanan secara fisik seperti pulang dari latihan harus bersih-bersih badan, lalu mengerjakan tugas dan kembali belajar, tentunya waktu istirahat pun juga berkurang,” cerita Lala.
Saat namanya masuk dalam daftar anggota Paskibraka tingkat Kota Batu Batu, Lala pun harus mengikuti karantina selama 9 hari, yakni mulai 10 hingga 19 Agustus 2022 mendatang. Selama karantina di Pusdik Arhanud, ia juga harus rela hidup tanpa gadget.
Namun dibalik semua itu, gadis dengan tinggi 161 centimeter tersebut mengatakan, ada banyak hal yang ia dapatkan saat karantina.
Mulai dari latihan di tempat, hingga menyanyi bersama membuat kekeluargaan diantara Lala dan anggota lain sesama Paskibraka terjalin sangat erat.
“Saya meyakini segala sesuatu yang saya jalani saat ini dengan baik tentu akan membuahkan hasil yang baik juga di masa depan,” terang remaja yang hobi olahraga ini.
Dalam kesehariannya, Lala juga dikenal sebagai gadis yang kalem dengan pembawaan yang tenang. Saat menjalani karantina, dirinya juga dikenal taat dalam beribadah.
“Semua pengalaman yang diperoleh selama ini dapat merubah saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” katanya.
Terlepas dari kisahnya sebagai salah satu anggota Paskibraka, gadis yang bercita-cita ingin meneruskan kuliah tersebut menguraikan, bahwa dirinya ingin mengisi kemerdekaan dengan terus belajar agar menjadi sukses dan berguna bagi nusa bangsa dan orang tua.
Sementara itu, Sri Umami, orang tua Lala mengaku bangga sekaligus mendukung penuh terkait dengan apa yang dilakukan buah hatinya tersebut.
“Pada intinya saya sebagai orangtuanya tentunya bangga, sekaligus juga mendukung penuh. Karena selain bisa mengharumkan nama Kota Batu, juga bisa mengangkat nama baik orang tuanya dan sekolah,” ujarnya.
Reporter: Adi Wiyono
Editor: M Hendra Efendi
Publisher: Nurul Anam












