Reporter: Zainal
Probolinggo, Kamis (19/1/2017) suaraindonesia-news.com – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binamarga boleh berubah menjadi PU PERA, namun pekerjaannya di 2016 kemarin tetap tidak bisa lepas begitu saja. Salah satunya Taubat dari LSM LIRA mensinyalir adanya pengerjaan yang asal asalan.
Menurutnya, itu terlihat dari tidak terpasangnya papan nama pada beberapa pekerjaan mulai awal sampai akhir pengerjaanya.
Sementara Dodik dari bidang perencanaan dan pembangunan PU Binamarga saat hendak di konfirmasi suara indonesia tidak berkenan ditemui, malah staf lain mengarahkan untuk menemui teguh Santoso, salah satu staf Dodik, namun teguh saat beberapa kali di konfirmasi terkait pekerjaan peningkatan jalan yang rusak, beberapa kali hanya mengatakan tidak tahu.
Terkait hal ini Taubat dari LSM LIRA mengatakan akan mengawal dan meminta pertanggungjawaban dinas atau satker terkait, baik pihak rekanan maupun pihak dinas PU sendiri.
“Saya akan terus pantau mas, karena ini dananya cukup besar sedangkan pekerjaannya seperti ini,” terang Taubat.
Dari itu Kata Taubat, PPK, rekanan serta kepala dinas harus bertanggungjawab pada pekerjaan ini, agar masyarakat hususnya pengguna jalan tidak selalu menjadi pihak yang dirugikan,” imbuh Taubat.
Sejalan dengan Taubat, Agung warga sekitar juga mengatakan bahwa pekerjaan dari awal sampai selesai terkesan asal jadi, karena mulai galian, urugan serta pemasangan batu sampai pengaspalanya perlu dipertanyakan apa gitu specknya. Ujarnya.
“Pekerjaan itu baru Ahir tahun 2016 kemarin mas,”imbuh agung.
Salah satu pekerjaan peningkatan jalan yang dikunjungi suara indonesia terletak di lokasi jalan raya Bromo di kecamatan Tongas memang sudah mulai bergelombang dan berlubang, sedangkan aspal lama masih bagus, hal inilah yang seharusnya jadi evaluasi pihak dinas.
