Berita

Khawatir Bagian Depan Bangunan Rumahnya Rusak, Abdul Maarif Keberatan Proyek Pembangunan Saluran Drainase

×

Khawatir Bagian Depan Bangunan Rumahnya Rusak, Abdul Maarif Keberatan Proyek Pembangunan Saluran Drainase

Sebarkan artikel ini
IMG 20220307 220941
Proyek pembangunan saluran air (drainase) yang dikhawatirkan warga Kampung Kauman berakibat rusaknya bagian bangunan rumah.

PATI, Senin (07/03/22) suaraindonesia-news.com – Khawatir bagian depan bangunan rumahnya rusak, Abdul Maarif, warga Kampung Kauman Rt 001 Rw 001 Kelurahan Pati Kidul Kecamatan Pati, keberatan atas rencana proyek pembangunan saluran drainase yang persis melintas di teras depan rumahnya.

Keberatan Arif, panggilan akrab Abdul Maarif, bukan tanpa sebab atau alasan.

“Masalahnya begini, selokan di depan rumah saya tersebut kan sudah permanen. Karena bangunan itu sudah ada konstruksi ‘cakar ayam’ yang menyatu dengan rel pagar rumah, dinding rumah bagian depan, sekaligus penyangga atap bagian depan rumah,” kata Arif, Senin (07/03/22).

Dia mengungkapkan, sebelumnya telah bernegosiasi dan meminta kepada Lurah Pati Kidul dan RW setempat serta pihak pelaksana proyek, agar selokan yang berada persis di depan rumahnya, tidak dibongkar.

“Karena kalau dibongkar akan berpengaruh dengan rel pagar, dinding pagar dan penyangga atap rumah. Kalaupun dipaksakan, akan timbul bahaya, yaitu atap rumah bisa runtuh,” ungkapnya.

Tetapi menurut penuturannya, upaya negosiasi itu tidak membuahkan hasil, karena pihak terkait bersikukuh tetap akan membongkar dengan dalih bahwa saluran dimaksud termasuk bagian dari tanah negara.

Atas situasi itu, Arif menyebut telah berkirim surat kepada Bupati Pati, memohon supaya pekerjaan proyek tersebut tidak sampai membongkar saluran air depan rumahnya itu.

“Selama ini, dari tahun 1950 sampai sekarang, mulai tempat saya hingga ke timur, ndak pernah air tergenang apalagi banjir, sekalipun hujan lebat. Satu hingga dua menit, air hujan langsung surut habis mengalir ke arah barat,” tutur Arif.

Jadi menurutnya lagi, kalaupun selokan dibuat dengan ukuran yang lebih besar dari yang sudah ada itu, tidak akan berarti.

Masalah yang timbul ini, ungkap Arif, juga sudah ada rembug sebanyak 2 kali. Pertama pada 4 Maret lalu, telah ada keputusan yaitu proyek saluran dibelokkan memotong jalan depan rumahnya.

“Tetapi, berikutnya pada 5 Maret 2022, datang lagi ke rumah saya yang meralat hasil yang kemaren. Menjadi tetap harus dibongkar, diluruskan,” tuturnya.

Saat ini, penggalian saluran sudah berjalan hampir seminggu dan pihak pelaksana masih menunda penggalian di depan rumah Arif, karena adanya keberatan tersebut.

Dan hari ini, Senin (07/03/22) siang, juga berlangsung mediasi antara Arif dengan pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pati dan Kelurahan Pati Kidul serta CV Qona’ah selaku pelaksana proyek.

Tetapi, belum ada satu keputusan atau kesepakatan antara para pihak.

Selain dirinya, sebut Arif, terdapat warga lainnya, yaitu Hajid dan Sutrisno yang juga keberatan atas proyek pembangunan tersebut.

Dari informasi papan proyek, kegiatan itu merupakan paket pekerjaan berupa Belanja Modal Bangunan Pembuang Pengaman Sungai (Pembangunan Saluran Drainase Kelurahan Pati Kidul Kecamatan Pati, Sub Kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi dalam rangka Penyediaan Prasarana Sarana dan Utilitas Umum Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pati.

Sumber dana berasal dari APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2022 dengan nilai kontrak sebesar 196.600.000 rupiah. Masa pelaksanaan mulai 19 Februari hingga 19 April 2022 (60 hari kerja) dengan volume pekerjaan panjang 337 meter, luas 0.3 meter dan tinggi 0.6 meter.

Reporter : Usman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful