BALIKPAPAN, Rabu (5/8) suaraindonesia-news.com – Peta politik Kota Balikpapan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029 mulai menghangat lebih awal. Secara mengejutkan, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur, Syafruddin, secara terbuka menyatakan komitmennya untuk mendukung Abdulloh maju dalam kontestasi politik di Kota Minyak pada 2029 mendatang.
Pernyataan dukungan ini disampaikan Syafruddin dalam sebuah pertemuan santai namun sarat makna politik di salah satu warung kopi di kawasan Terminal Balikpapan Permai, Selasa (4/8).
Pertemuan lintas partai tersebut dihadiri langsung oleh Abdulloh, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Fraksi Partai Golkar.
“Sebagai Ketua Wilayah PKB Kaltim, saya tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada Pak Abdulloh menuju 2029 Kota Balikpapan,” tegas Syafruddin di hadapan para politisi lintas partai yang hadir.
Pertemuan di warung kopi tersebut tidak bisa dianggap sebagai tongkrongan biasa. Kehadiran sejumlah politisi mengindikasikan adanya komunikasi intensif untuk membangun kekuatan baru.
Selain Syafruddin dan Abdulloh, tampak hadir deretan anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi PKB, yaitu Taufik Qul Rahman, Halili Adinegara, dan Muhammad Hamid. Perbincangan semakin kental dengan kehadiran H. Haris Sappe, politisi senior dari PDI Perjuangan.
Pernyataan Ketua Wilayah PKB Kaltim ini menjadi sinyalemen kuat bahwa konstelasi politik Balikpapan ke depan akan sangat cair dan dinamis. Komunikasi informal di meja kopi ini disebut-sebut sebagai langkah awal untuk menuju Pilkada 2029.
Mendapat angin segar dan dukungan penuh dari pucuk pimpinan PKB Kaltim, Abdulloh menyambutnya dengan tangan terbuka. Mantan Ketua DPRD Kota Balikpapan tersebut menegaskan kesiapannya jika kelak masyarakat dan partai politik memberikan amanah besar untuk memimpin Kota Balikpapan pada periode mendatang.
“Dalam kontestasi menuju Kota Balikpapan 2029, saya tetap siap maju demi warga Kota Balikpapan,” kata Abdulloh.
Kendati demikian, Abdulloh yang dikenal sebagai salah satu lumbung suara Golkar ini tidak ingin gegabah. Ia menyadari bahwa perjalan menuju tahun 2029 masih panjang.
Sebagai politisi berpengalaman, fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat di Karang Paci, sebutan DPRD Kaltim.
“Tapi kan posisi saat ini masih tahun 2026, jadi saya harus bekerja menuntaskan dahulu sesuai amanah warga pemilih saya sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltim,” imbuhnya.
Hingga saat ini, pertemuan tersebut memang belum mengarah pada deklarasi pencalonan maupun pengumuman koalisi partai. Namun, manuver PKB ini dipastikan akan mengubah kalkulasi politik para kompetitor.
Mengingat tahapan resmi Pilkada Balikpapan 2029 belum dimulai, pergerakan dini yang diperlihatkan oleh pimpinan PKB Kaltim ini menjadi bukti bahwa perburuan tiket menuju kursi Balikpapan 1 sudah dimulai dari sekarang.












