Ketua Pemuda Nilai Geuchik Tanjong Ara Lebay dan Baper Ingin Polisikan Pemuda Gampong

oleh -296 views
Foto : Ketua Pemuda Gampong/Desa Tanjong Ara Basri M.Yusuf alias Bos Corong (kiri).

ACEH UTARA, Selasa (01/08/2020) suaraindonesia-news.com – Ketua Pemuda Gampong/Desa Tanjong Ara, Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara, menilai pernyataan Geuchik yang ingin mempolisikan pemuda gampong terlalu lebay dan baper (terbawa perasaan), bahkan tindakan seorang pemimpin sangat tendensius dan arogan dalam menanggapi aksi damai masyarakat dihalaman Meunasah pada hari Jumat malam (28/08) lalu.

Baca juga :

Basri M.Yusuf selaku Ketua Pemuda Desa Tanjong Ara mengatakan, aksi damai yang dilakukan masyarakat hanya untuk meminta diadakan rapat umum, karna selama ini dianggap tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa.

Menurut Basri alias Bos Corong kepada media ini Selasa 01/08 di Panton Labu mengatakan, sebagai ketua Pemuda dirinya ikut dalam aksi damai pada, Jumat (28/8) malam di halaman meunasah, bersama beberapa orang pemuda lainnya yang menjemput secara persuasif Geuchik ke rumahnya.

“Saya hanya masuk dalam pagar halaman rumah dan berdiri di depan pintu rumahnya saat itu berkomunikasi dengan istrinya adalah saya,” jelasnya.

“Na Pak Geuchik buk (Ada Pak Geuchik buk),” kata Basri mengulang ceritanya dalam bahasa Aceh.

“Hana, ka geujak bak khanduri” (Tidak ada sudah pergi tempat khenduri),” jawab nya.

Lanjutnya, setelahnya itu kami langsung balik ke meunasah sambil menelpon, tetapi tidak diangkat. Maka nya saya heran, kami tidak bertemu beliau, kami tidak berkomunikasi langsung dengan beliau pada malam itu, bagaimana bisa tiba &tiba Geuchik mengklaim ada oknum penjemputan paksa?.

“Sehingga telah membuat anak istri dan seisi rumah trauma berat,” ujar nya dengan nada heran.

Dimana unsur paksaan? kan sangat Lebay ? cetus Bos Corong

Padahal kata dia, dari sebelum magrib sampai acara berlangsung kami berkoordinasi dengan Kapolsek.

“Bahkan kami diwarning jangan sampai ada tindakan yang melanggar, mereka berpesan. Hak menyampaikan pendapat dimuka umum sah sah saja, namun hindari sikap dan bahasa yang berujung kepada unsur kriminal. Itu Pesan kapolsek,” ujarnya, meniru ucapan Kapolsek.

Sebenarnya kata dia, atas nama pemuda dan masyarakat ia mengaku tidak ingin berbalas pantun di media seperti ini, namun ini perlu kami luruskan agar tidak terjadi penyesatan opini publik. Geuchik melalui beberapa media yang kami amati, membuat statement yang mengarah kepada mengabaikan aspirasi masyarakat harga mati.

“Merasa difitnah,”.
“Di jemput paksa,” ada oknum provokator”. Diantaranya itu judul dan isinya di media, sehingga menurut kami bukannya mendapat simpati masyarakat malah sebaliknya,” terangnya.

Padahal dari April dulu, jelas dia, bahwa masyarakat menghendaki Geuchik mempertangung-jawabkan moralitasnya dengan bersedia menggelar rapat umum, bukan hanya soal pembangunan saja, bukan soal anggaran saja, tetapi hal lain menyangkut dengan kamtibmas, norma adat, qanun, dan keagamaan yang perlu di evaluasi.

“Alih alih bersedia, justru menantang masyarakat suruh bawa laporan ke pihak berwenang,. Aneh gak?,” kata Basri.

“Iya memang focus kita kepada pengelolaan DD, karena sekali lagi kami tegaskan sejak 2017 tidak pernah digelar rapat umum, salinan LPJ-DD tidak diserahkan dan papan infografis tidak pernah di pasang, jika rapat umum adalah kebijakan lalu bagaimana dengan salinan LPJ dan Infografis, iya jelas jelas di syaratkan dalam aturan,” lanjutnya.

Jika dalam dua hari ini ada beredar photo infografis 2019 dipastikan hanya di pasang dua hari lalu dibongkar dan itu sudah di benarkan oleh Tuha Peut Gampong(TPG) pada awak media dalam video wawancaranya jumat lalu.

Kronologis yang secara kekeluargaan dan persuasif yang selama ini ditempuh oleh masyarakat tidak diakui Geuchik, bahkan jauh sebelum ini beberapa pemuda kami telah pernah dilaporkan dan di panggil ke polisi dengan alasan pencemaran nama baik. Jadi mulai sekarang biarlah masyarakat dan publik yang menilai bagaimana karakter dan komunikasinya sebagai seorang kepala desa, ujar Basri menambahkan.

“Kami mendapat informasi bahwa 3 orang pemuda kami telah di lapor oleh Geuchik ke Polres, delik UU 310 ayat 1 ITE, apa maksud dari sikap nya semua ini? Saya tidak habis pikir dengan caranya, luar biasa arogan dia,” tandas Bos Corong.

“Semoga ini bukan persoalan pribadi dengan salah seorang terlapor sebagai mantan bendahara nya yang tidak seide dengan cara kerja dia, semoga pula dia paham dan siap dengan langkah hukum yang ditempuh,” tutupnya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *