Ketua Kornas TRC PAI Minta Agar POLRI Ada Direktorat Khusus Penanganan Anak

Rusmini Supriadi, Ketua Kornas TRC PAI

Reporter: T2g

Jakarta, suaraindonesia-news.com – Meningkatnya Kekerasan Pada Anak Menjadi alasan terbentuknya Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak Indonesia, pernyataan tersebut disampaikan Rusmini Supriadi yang sering di panggil Bunda Naumi, kepada suaraindonesia-news.com, Sabtu (26/11).

“Saya bersama Aris Merdeka Sirait mendirikan TRC PAI 5 tahun lalu yang dilandasi keprihatinan tingginya kekerasan yang terjadi terhadap anak,” kata Naumi.

Untuk itu sebagai Ketua Kornas ia berharap agar para relawan dan anggota TRC PAI bergerak cepat dalam menangani permasalahan Anak dan sosial yang tuporsinya adalah berkoordinasi dengan baik kepada keseluruhan elemen Pemerintah.

“TRC PAI telah menjadi mitra kepolisian Republik Indonesia khususnya Unit PPA serta mampu bekerja sama dengan Polri dan TNI dalam bidang pendidikan untuk membangkitkan lagi gerakan Nasionalisme yang sedikit pudar dengan adanya pengaruh zaman digital sementara anak-anak bangsa kita belum siap menerima era digital ini,” ujar istri mantan Bupati Banggai Kepulauan ini.

Naumi juga menjelaskan kejahatan Aank sudah berstatus Extra ordinary crime seperti yang di akui Presiden Jokowi.

“Maka dari itu sebagai penggerak aktivis Anak kita meminta agar kata kejahatan luar bisa ini jangan hanya menjadi Jargon serta hanya menjadi sebutan lidah karena secara pemahaman masyarakat tentang kekerasan terhadap anak sudah menjadi baik hal ini terlihat dengan meningkatnya pelaporan pelaporan kasus anak di Unit PPA,” terangnya.

Maka untuk itu kata dia pihak TRC PAI mendesak dan meminta kepada Presiden, DPR khususnya komisi 10 dan yang membidangi masalah anak mohon di perhatikan kebutuhan di Unit PPA serta pada umumnya TNI POLRI karena bagaimana pun kita yang bergerak bersama sama namun apa yang di butuhkan TNI POLRI masih kurang.

“Untuk itu, ini hanya menjadi teriak di ruang hampa (agar DIPA di TNI POLRI dinaikan),”ucap Naumi.

Lanjut Naumi, Pantauan kami di lapangan masih banyak ruangan Unit PPA di Polres Polres yang sangat sempit, akhirnya tumpang tindih.

“Untuk itu kami minta kepada Kapolri agar ada direktorat khusus anak agar penanganan kasus anak dapat ditangani secara khusus”. Tukas Naumi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here