Ketua DPRD Kota Bogor : SKB Untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

oleh -44 views
Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto (nomor 2 dari kiri).

BOGOR, Rabu (01/04/2020) suaraindonesia-news.com – Sementara ini, jumlah yang meninggal akibat Covid-19 paling tinggi se-Jawa Barat adalah Kota Bogor. Terhitung hingga hari ini, Rabu (01/04/2020) ada 17 jiwa yang meninggal, termasuk 2 dokter yang menjadi garda terdepan.

Jumlah yang positif maupun yang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga semakin hari semakin banyak.

Untuk itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto menilai, berdasarkan atas kondisi tersebut, maka perlu diambil langkah-langkah yang dapat mencegah penyebaran virus Corona ini agar tidak meluas lagi. Salah satunya dengan mengeluarkan Surat Kesepakatan Bersama (SKB) terkait pelaksanaan kegiatan ibadah di rumah dan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Kita ingin agar keselamatan jiwa warga menjadi prioritas. Untuk itu, sesuai dengan Fatwa MUI, Forkopimda beserta elemen terkait memandang perlu untuk mengeluarkan SKB terkait pelaksanaan kegiatan ibadah di rumah dan pembatasan kegiatan masyarakat,” ujar Atang

Menurut Atang, selain pembatasan pelaksanaan kegiatan ibadah juga perlu menerapkan instruksi yang serupa terhadap pusat keramaian yang lain.

“Semua pusat keramaian harus ditutup, jangan kemudian kita menutup kegiatan ibadah, namun kita tetap membiarkan mall ataupun pusat perbelanjaan masih buka, padahal juga sama-sama menjadi tempat berkumpulnya banyak orang,” jelasnya.

Penutupan pusat keramaian inipun kata dia, sudah ditindaklanjuti dengan surat edaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang menutup pusat perbelanjaan, restoran, dan lain-lain.

“Ini adalah ikhtiar kita sebagai manusia. Para ulama kita di MUI juga sudah mengeluarkan fatwanya. Dan Kota Bogor ini tertinggi jumlah positif maupun jumlah warga yang meninggal karena corona. Semoga kebijakan dan langkah-langkah ini implementasinya bisa berjalan dengan baik, diridhoi Allah SWT, dan wabah Corona bisa segera berlalu,” harapnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rabu (01/04) hingga pukul 14.00 WIB.

Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 689 orang, selesai 259 orang dan dalam Pemantauan 430 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 51 orang, selesai 7 orang, dalam Pengawasan RS : 33 orang dan yang meninggal 11 orang

Sebelas (11) orang yang meninggal dalam Status PDP, saat ini masih menunggu Hasil Lab Swab dari
Litbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dan 2 orang yang meninggal kemarin saat ini telah terkonfirmasi Positif setelah Hasil Lab Swab nya diperoleh sehingga menambah Data Terkonfirmasi Positif Covid-19.

Sementara terkonfirmasi Positif Covid-19 jumlah 28 orang, selesai 0 orang, dalam Pengawasan Rumah Sakit (RS) 22 orang dan yang meninggal 6 orang

Keterangan : Terdapat Penambahan Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif 21 orang menjadi 28
orang.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *