BLORA, Senin (23/6) suaraindonesia-news.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora, Mustopa, menemui langsung para sopir truk yang menggelar aksi unjuk rasa di Blora.
Para sopir yang tergabung dalam Paguyuban Sopir Blora Mustika (PSBM) menyampaikan aspirasi terkait penolakan terhadap kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL) dan pembatasan muatan kendaraan angkutan.
Dalam aksi yang berlangsung di kawasan Blora, para sopir menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap dampak aturan ODOL terhadap kelangsungan usaha dan pekerjaan mereka.
“Kami mendengar dan menampung semua aspirasi rekan-rekan sopir. DPRD Blora akan meneruskan tuntutan ini ke pemerintah pusat agar dapat dipertimbangkan secara bijak,” ujar Mustopa kepada para peserta aksi.
Aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat pengamanan dari aparat kepolisian dan TNI. Perwakilan sopir menyatakan bahwa mereka tidak menolak aturan keselamatan, namun berharap agar kebijakan ODOL dapat dikaji ulang dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan kemampuan operasional pelaku usaha di sektor transportasi barang.
Mustopa juga menyampaikan bahwa DPRD Blora berkomitmen untuk memfasilitasi dialog lanjutan antara pihak terkait, guna mencari solusi yang tidak merugikan pihak manapun, termasuk memastikan keselamatan di jalan dan keberlangsungan usaha sopir truk.
Aksi ini mencerminkan harapan para pelaku transportasi agar peraturan dibuat dengan mempertimbangkan aspirasi dari bawah serta situasi sosial ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.













