Ketua DLPKN Pusat: Bawa Mobil Konsumen Dini Hari, Termasuk Tindak Pidana

oleh -215 views
Ilustrasi

LUMAJANG, Selasa (6/8/2019) suaraindonesia-news.com – Adira rampas mobil kosumen tidak pada jam kantor, dini hari, itu termasuk tindak pidana. Hal ini disampaikan oleh Ketua Direktorat Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional (DLPKN) Pusat, Zainur Rofiq MH kepada media ini.

Menurutnya, aksi penarikan unit mobil Daihatsu Ayla, warna orange metalik tahun 2018, Nopol N-1632-YW, an. Ali Mustofa, warga Dusun Karangrejo RT/RW: 03/03, Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, oleh PT Adira Dinamika Multi Finance, sudah sangat tidak dibenarkan.

“Apalagi sampai menggunakan mobil derek, bukan pakai kunci mobilnya sendiri,” ujarnya.

Kata Zainur, kalau ada pembayaran buka blokir itu tidak dibenarkan, apalagi dengan diminta untuk pelunasan semua hutang konsumen, tidak dibenarkan pula.

“Kita akan dampingi proses ini sampai selesai, sebab Adira sepertinya tidak menggunakan aturan fidusia,” tuturnya.

Sementara itu, menurut Ali Mustofa, waktu itu dirinya tidak sedang dirumah, dan mobilnya diambil paksa dengan mobil derek.

“Mobil saya diambil pada tanggal 19 Juni 2019 lalu, dan dikasih tenggang waktu sampai tanggal 19 Juli 2019,” ungkap Ali.

Namun dalam proses waktu tenggang tersebut, kata Ali pihaknya seakan diombang ambingkan atau diulur waktu. Pertama kata Ali, pihak Adira meminta untuk melunasi keseluruhan hutangnya, sebesar Rp. 70 juta, tetapi setelah dibuatkan perjanjian pelunasan malah pihak Adira meminta Rp. 89 juta.

“Malah setelah mobil dititipkan ke Polres sekarang mobile sudah tidak ada lagi,” terangnya.

Maka dari itu, Ali memberikan kuasa kepada DLPKN untuk menyelesaikan persoalanya hingga tuntas.

Sampai berita ini ditayangan pihak PT Adira Dinamika Multi Finance belum bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Mariska

Tinggalkan Balasan