SAMPANG, Sabtu (23/12/2023) suaraindonesia-news.com – Berkuda menjadi hobi Rolis Sanjaya. Hobi yang tak banyak digeluti dan dipilih orang. Selain tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan, menikmati hobi ini juga tidak mudah. Tapi itulah yang dipilih Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Banyumas Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Rolis Sanjaya yang juga Ketua LSM Generasi Peduli Negeri (GPN) ini menjelaskan, untuk bisa naik kuda butuh latihan khusus dan rutin. Juga, butuh mengenali karakter dan sifat kuda tersebut.
“Kita haruh kasih makan dan melatih fisik kuda tersebut. Itu salah satu mengenal karakter dan pengetahuan tentang kuda,” jelasnya.
Di sisi lain imbuhnya, hobi naik kuda akan meningkatkan kebugaran fisik dan keseimbangan serta koordinasi tubuh pada fungsi lainnya, seperti kekuatan otot dan lainnya.
“Tidak sekadar duduk diatas kuda, perlu posisi yang benar selama berkuda dan cara memegang tali kendalinya harus tepat. Jadi, penunggang kuda haruslah memiliki fisik yang bugar,” katanya.
Untuk mendukung hobi berkudanya, saat ini Rolis Sanjaya memiliki 3 ekor kuda yang diberi nama Jiran dan Topan serta 1 ekor kuda betina yang sedang hamil. Hobi berkuda ini sudah lama ia geluti dan tidak semua orang tau.
Baca Juga: Desa Banyumas Bangun Terowongan Jalan Tempat Wisata Buah Anggur dan Markisa Sejauh 250 Meter
Untuk itu, rencana membuat arena pacuan berkuda di sekitar Alun alun Aeng Emas, Desa Banyumas, kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, untuk mengenalkan dan sekaligus sebagai tempat latihan bagi para pencinta berkuda.
“Dengan adanya arena pacuan berkuda, kita mengenalkan pada masyarakat dan pelajar Sampang, tentang hobi berkuda. Agar ada kesukaan dan kecintaan pada olah raga berkuda. Diharapkan nantinya, ada dan muncul bibit baru dari olah raga berkuda di Kabupaten Sampang,” tuturnya.
Terakhir Rolis Sanjaya mengungkapkan, risiko terbesar untuk hobi berkuda adalah jatuh hingga terinjak kuda.
“Lebih sakit diinjak kuda karena kita ketimpa beban yang berat,” ulasnya.
Risiko lain, jika kuda mati harganya lumayan, kisaran Rp 25 juta hingga ratusan juta. Jika ingin menunggang kuda, harus ada pengamannya seperti helm, sepatu, sarung tangan dan pelindung dada.
Reporter: Nora
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












