Ketua Aceh Serantau Jabodetabek Sambut Kedatangan Wartawan Dari Aceh

oleh
Ketua PAS Akhyar Kamil menerima kedatang Wartawan dari Aceh di rumah nya kawasan Cileduk Jakarta.

JAKARTA, Rabu (04/12/2019) suaraindonesia-news.com – Ketua Persatuan Aceh Serantau (PAS) Akhyar Kamil, SH menyambut kehadiran sejumlah Wartawan dari Aceh di kediamannya di kelurahan Sudimara Timur, Kecamatan Cileduk, Kota Tangerang Banten. Selasa malam (03/12).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PAS, Akhyar Kamil, SH menceritakan latar belakang berdirinya organisasi paguyuban PAS yang berdiri sejak tahun 2012, adapun tujuan pembentukan PAS ini adalah untuk menampung aspirasi masyarakat Aceh yang tinggal di daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), sebab banyak persoalan yang di alami masyarakat yang hidup di perantauan baik masalah hukum, sosial dan persoalan lain nya, namun tidak mendapatkan perlindungan hukum dan pengurusan yang memadai.

“Alhamdulillah selama terbentuk organisasi ini, banyak aspirasi masyarakat Aceh yang tertampung dan dapat diselesaikan melalui organisasi ini, PAS Ini Sengaja kami bentuk untuk menampung aspirasi masyarakat Aceh paling bawah di perantauan dan sudah banyak masyarakat Aceh yang mendapatkan bantuan dari organisasi ini,” jelas Akhyar.

Menurutnya, kehadiran perwakilan Pemerintah Aceh di Jakarta hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, tidak membawa dampak Manfaat bagi masyarakat Aceh di kalangan bawah.

“Pada prinsipnya kita sangat mengharapkan kepedulian Perwakilan Pemerintah Aceh di Jakarta, namun sejauh ini kita belum melihat manfaatnya yang di rasakan masyarakat Aceh di Jakarta,” terangnya.

Meskipun ada program Pemerintah Aceh akan menanggung biaya pemulangan jenazah, kata dia, bila ada warga Aceh yang meninggal di perantauan khusus nya di kawasan Jabodetabek.

“Namun hal itu sangat rumit dengan sejumlah tetek bengek persyaratan,” keluhnya.

Ia mencontohkan kasus meninggalnya warga Aceh di Jakarta yang jelas jelas warga Aceh, namun prosesnya sangat rumit, padahal mereka perantau untuk memenuhi syarat administarsi seperti yang di syaratkan oleh pemerintah Aceh bukan hal gampang, beda dengan mereka yang sudah mapan/kaya jika meninggal ada yang di kebumikan langsung di Jakarta karena sanggup mereka beli tanah kuburan, atau mereka punya biaya sendiri untuk memulangkan jenazah ke Aceh.

Selain itu kata dia, PAS juga sering melakukan acara pertemuan silaturrahmi sesama warga Aceh, melaksanakan kenduri maulid, halal bil halal pada perayaan hari hari besar islam.

“Bahkan, masyarakat Aceh yang tergabung dalam organisasi PAS sebagai bentuk kebersamaan telah membangun satu unit Meunasah (surau) dengan biaya mencapai 3 milyar yang kami kumpulkan dari sumbangan warga Aceh,” tutup Akhyar.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *