Ketersediaan Oksigen Terkendala, Sebabkan Kekhawatiran Pemkab Pati

oleh -99 views
Bupati Pati, Haryanto, didampingi Sekda Suharyono dan Kajari Pati, Mahmudi, mengikuti Rakor Evaluasi Penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jateng, secara virtual.

PATI, Selasa (13/07/21) suaraindonesia-news.com – Terkendalanya ketersediaan oksigen di beberapa rumah sakit menyebabkan kekhawatiran Pemkab Pati.

Hal itu menjadi salah satu dari tiga poin penting yang disampaikan Bupati Pati, Haryanto, saat mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Tengah yang digelar secara virtual, Senin (12/07).

Rakor yang juga diikuti Sekda Suharyono dan Kajari Pati itu berlangsung di pendopo Kabupaten setempat.

“Beberapa kali kami mengalami kendala kehabisan oksigen untuk pasien. Bahkan, di salah satu rumah sakit yaitu RSU Fastabik, pasiennya terpaksa kami evakuasi ke RSUD Soewondo dan KSH, lantaran diperkirakan oksigen sudah dikirim namun terjadi kendala,” ungkap Haryanto, saat sesi tanya – jawab dalam rakor tersebut.

Pihaknya pun meminta kepada perusahaan penyedia oksigen agar kendala pengiriman tidak terulang kembali.

“Jangan sampai hal tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pemerintah daerah maupun pihak rumah sakit,” pintanya.

Bupati juga mengungkapkan, percepatan vaksinasi di Kabupaten Pati banyak terbantu oleh berbagai pihak, antara lain dari Pangdam IV/Diponegoro melalui Kodim 0718/Pati dan dari Kapolda Jateng melalui Polres Pati, yang pelaksanaan vaksinasinya berlangsung di beberapa perusahaan yang ada.

“Sedangkan yang dikelola Dinas Kesehatan Kabupaten Pati melalui fasilitas kesehatan seperti puskesmas, stok vaksin akan habis pada Rabu 14 Juli 2021. Ini disebabkan, kami menargetkan pada 29 puskesmas yang ada minimal setiap hari dapat memvaksin sebanyak 200 sasaran,” sebut Haryanto.

Pihaknya berharap, Pemerintah Provinsi Jateng dapat segera mengirimkan stok vaksin untuk mempercepat vaksinasi di Kabupaten Pati.

Terkait evaluasi PPKM Darurat, bupati mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya, yaitu terhadap pasien yang mengantre di IGD dengan pasien yang isolasi di rumah sakit, mulai berkurang. Di sisa pelaksanaan PPKM Darurat ini, ia yakin, dapat membuahkan hasil terbaik.

“Namun kita masih sering mengalami gejolak di lapangan, khususnya ketika menemui para pedagang angkringan maupun pemilik usaha kuliner. Mereka masih menerima banyak pembeli yang makan di tempat. Sedangkan untuk dua pusat perbelanjaan di Pati tidak ada masalah, sebab keduanya memang sudah tutup sejak awal,” kata Bupati Haryanto.

Reporter : Usman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *