Ketahuan Berduaan, Suami dan Mertua Aniaya Korban Hingga Tewas

oleh -497 views
Kapolres Pamekasan didampingi Waka Polres, Kasat Reskrim dan Kasubbag Humas saat Press Reliase dan menunjukkan barang bukti Bakiak.

PAMEKASAN, Kamis (30/12/2021) suaraindonesia-news.com – Kapolres Pamekasan AKBP Rogib Triyanto lakukan Press Reliase terhadap kasus perselingkuhan seorang istri nelayan yang ketahuan berduaan di dalam kamar oleh suaminya dan kakak ipar serta mertuanya sendiri, di gedung Bhayangkara Polres Pamekasan Kamis (30/12/2021) sore.

Kejadian tersebut tepatnya di Dusun Bandaran 2, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan.

Hal itu membuat sang suami J (36), warga Dusun Bandaran 2, Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengamuk dan mengundang kakak ipar dan mertuanya sendiri untuk melakukan penganiayaan terhadap selingkuhannya MF (28), warga Dusun Sumber Wangi 1, Desa Bandaran, pada pada hari Rabu 28 Desember 2021, Pukul 23.30 WIB di rumah tersangka.

Dugaan perselingkuhan itu diperkuat setelah J melihat langsung sang istrinya berduaan di kamarnya hanya memakai sehelai sarung bersama si korban.

“Tersangka J setelah pulang dari melaut tiba-tiba langsung memergoki istrinya bersama si korban di dalam kamarnya. Dan setelah itu J memanggil 3 orang tersangka lainya yang merupakan ipar dan mertuanya untuk menyaksikan perbuatan sang istrinya,” ucap Kapolres Pamekasan AKBP Rogib Triyanto saat press reliase.

Lebih lanjut Kapolres Pamekasan menjelaskan, setelah J dan 3 tersangka lainya (S, A dan I ), menyaksikan perbuatan anaknya, langsung si korban MF di aniaya secara bersama-sama dengan beberapa benda Kayu dan sandal Bakiak/klompek hingga korban dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Pamekasan.

“Tiga tersangka penganiayaan secara bersamaan langsung kita amankan di rumahnya. Mereka sudah terbukti mengakui perbuatannya atas penganiayaan hingga berujung kematian terhadap si korban,” jelasnya.

Akibat perbuatannya para tersangka dikenai Pasal 338 Sub 351 ayat (3) sub 170 ayat (2) ke 3 KUHP dengan bunyi secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang hingga menyebabkan matinya sesorang. Dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun.

“Dari ke 4 tersangka 1 masih Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni I warga Desa Bandaran,” tutupnya.

Reporter : My
Editor : Redaksi
publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan