Kesiapan Indonesia Menuju Ekonomi ASEAN 2015

oleh -44 Dilihat

Jember, Suara Indonesia-News.Com – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember kembali menggelar seminar internasional. Seminar yang bertajuk “Kesiapan Jember Menuju Komunitas Ekonomi ASEAN 2015” ini diikuti oleh lebih dari 120 mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas.

Hadir sebagai pemateri Rossalis Rusman Adenan selaku Direktorat Jenderal Kerja sama ASEAN Kementerian Luar Negeri. Dalam pemaparan materinya Rossalis demikian sapaan akrabnya, lebih banyak membahas mengenai kesiapan Indonesia menuju masyarakat ekonomi ASEAN. “Kita tidak perlu terlalu takut dalam menghadapi ekonomi ASEAN namun kita harus mempersiapkan diri” papar pria yang pernah menjabat Konsulat Jendral RI di Karachi ini.

Dia menjelaskan untuk menghadapi ekonomi ASEAN Indonesia memiliki beberapa sector prioritas yang bisa diunggulkan. Menurutnya, setidaknya saat ini Indonesia sudah punya 12 sektor prioritas dalam perdagangan barang dan jasa yang dapat diunggulkan dalam pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai 2015.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena negara kita mempunyai 12 sektor yang menjadi unggulan, empat di antaranya bergerak dalam bidang jasa,” ujar pria yang juga merupakan Konsulat senior ini.

Rossalis menjelaskan 12 sektor tersebut terdiri atas delapan sektor perdagangan barang dan empat sektor dalam bidang jasa. Sektor perdagangan barang mencakupi bidang pertanian, perikanan, industri karet, industri kayu, industri tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Sementara itu, empat sektor perdagangan jasa mencakup bidang kesehatan, pariwisata, perhubungan udara, dan logistik. Ia menambahkan “e-commerce” juga akan dimasukkan dalam sektor perdagangan jasa yang diunggulkan. Untuk bidang kesehatan, ada tiga subsektor yang diklasifikasikan, yakni kedokteran umum, kedokteran gigi, dan keperawatan. Makanan kemasan yang saat ini mengalami peningkatan ekspor sebesar 20 persen ke Amerika Serikat juga akan dipertimbangkan sebagai sektor perdagangan barang prioritas dalam MEA 2015.

Penyelenggaraan MEA, menurut Rossalis, tidak hanya mengintegrasikan perdagangan barang dan jasa, investasi, serta pergerakan tenaga terampil, tetapi juga meningkatkan pembangunan ekonomi yang merata pada negara yang saat ini mulai menunjukkan perkembangannya, seperti Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam dan Philipina. (Mj/ich)

Tinggalkan Balasan