Kesal Belum Di Wisuda, Mahasiswa Minta Pihak Hukum Usut AKN

Kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) kekosongan diduga terancam tutup dilokasi Gampong cot manee Kecamatan Jeumpa.

ACEH-ABDYA, Kamis (16/1/2019) suaraindonesia-news.com — Sebanyak 92 orang mahasiswa Angkatan ke-II tahun 2017 dari dua program studi Teknologi Hasil Perikanan dan Teknologi Pangan kampus Akademi Komunitas Negeri (AKN) Abdya hingga kini belum diwisudakan.

Zulfahmi salah seorang mahasiswa setempat mengatakan, sebelumnya mahasiswa dijanjikan akan wisudakan pada Juni 2017 lalu. “Kenyataannya hingga 2019 ini mahasiswa tidak kunjung di wisudakan padahal proses akademik telah selesai,” kata Fahmi. Bernada kesal Senin lalu, Senin (14/1/2019).

Lanjut Fahmi, dulu mahasiswa dikabarkan hilangnya entryan data. Kemudian baru-baru ini ketahuan terkendala karena tunggakan pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) oleh pihak Pendidikan Diluar Domisili Universita (PDD )Abdya kepada kampus induk Paya Kumbuh Sumatra Barat yang di subsidi Pemda melalui dana Sharing 2017.

“Tunggakan yang dikatagorikan sebagai pendapan negara bukan pajak (PNBP) seharusnya dilunasi pada Maret 2017 lalu,” terangnya.

Ironis pihaknya, tidak mengetahui pasti alasan pengelola tidak menyetor nya, padahal Pemkab pada tahun 2017 telah menghibahkan anggaran untuk kampus sebesar 2 miliyar. padahal SPP merupakan kewajiban utama yang harus dilunasi.

“Kita meninta pihak hukum untuk mengusut pengelola kampus AKN,” harapnya.

Selanjutnya dijelaskan zulfahmi, pada tahun 2018 terjadinya pergantian koordinator Pendidikan Diluar Domisili (PDD )sejak Ubay Rizal, ST, di gantikan oleh Dr. Muhibbuddin, M. Eg,universitas Amburadul kemudian berganti lagi Affan Ramli, M. Ed, seterusnya Rifi Hamdani, S. Pd.

“Hingga sekarang kondisi AKN dalam keadaan kekosongan.” Pungkasnya
Sementara itu Ubay Rizal, saat dikonfirmasi melalui hp selulernya membenarkan bahwa mahasiswa angkatan ke-II tahun 2017 tidak di wisudakan karena terkendala dengan anggaran yang diusul ke APBK-P pada saat itu tidak tersedia.

“Jika anggaran yang diusul kan ke APBK-P 2017 disahkan oleh dewan SPP mereka yang belum dilunasi, tetap dibayar dan dana yang dikelolakan AKN pada APBK Murni 2017 hannya 1 miliar bukan 2 miliar itu saja persoalannya,” bantah mantan pengelola AKN Ubay kamis(17/1/2019).

Sementara itu, Dr. Muhibbuddin mengatakan bahwa ia sudah tidak lagi bekerja di kampus AKN. “Saya sudah 9 bulan tidak lagi di AKN. Mohon hubungi pak Rifi Hamdani, wassalam.” tutupnya singkat.

Kemudian Affan Ramli juga menyarankan untuk menghubungi koordinator langsung. “Itu lebih detail infonya,” kilah Affan.

lanjutnya Rifi Hamdani saat di konfirmasi awak media menuturkan, masalah AKN memang sangat banyak dan butuh waktu untuk kita selesaikan. “Waktu itu dari pemerintah tidak support anggaran sehingga terjadi kemacetan.” kata Rifi.

Rifi mengaku, sejak ia masuk ke AKN, kondisinya memang sudah sakit parah, seperti SPP mahasiswa sejak 2017 tertunggak dan lainnya. Dulu, sambungnya, kita bersama pihak DPRK juga pernah duduk dengar pendapat.

“Mereka menuding saya, seolah-olah saya yang buat masalah.” ungkapnya.

Sementara itu, Rifi mengaku SK nya sudah berakhir hingga Desember 2018 lalu. “Artinya kalau kita berpatokan pada SK, sekarang AKN dalam kekosongan Koordinator,” tutupnya.

Pada kesempatan yg sama Kresna Muti, koordinator AKN asal payakumbuh. Saat di hubungi Rabu (16/1/2019) sekitar pukul 11:17 WIB.menyebutkan, Pihaknya berdalih sedang ada acara Konferensif dengan mahasiswa.

“Sekarang saya lagi ada ujian mahasiswa, nanti saya hubungi balek,” demikian tutur singkatnya.

Hingga berita ini diturunkan, HP seluler Kresna Muti,belum tersambung dengan awak media.

Reporter : Nazli Md
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here