Kerukunan Keluarga Kawanua Kota Bogor Peringati HUT ke-48 dengan Syukuran di Balai Kota - Suara Indonesia
BeritaNewsRegionalSosial Budaya

Kerukunan Keluarga Kawanua Kota Bogor Peringati HUT ke-48 dengan Syukuran di Balai Kota

Avatar of admin
×

Kerukunan Keluarga Kawanua Kota Bogor Peringati HUT ke-48 dengan Syukuran di Balai Kota

Sebarkan artikel ini
IMG 20260208 094531
Foto: Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Kota Bogor, Chiris Wanghay (tengah).

KOTA BOGOR, Minggu (8/2) suaraindonesia-news.com – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Kota Bogor memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 dengan menggelar acara syukuran di Ruang Sribaduga, Balai Kota Bogor, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Kota Bogor Chiris Wanghay, Ketua 5 Daud Doreno, Ketua Panitia Femy Pasiak, serta sekitar 150 peserta yang merupakan anggota Kerukunan Keluarga Kawanua dari berbagai wilayah di sekitar Kota Bogor.

Berdasarkan pantauan awak media, Ruang Sribaduga dipadati oleh keluarga besar Kerukunan Keluarga Kawanua yang tampak antusias dan menyambut gembira pelaksanaan syukuran HUT ke-48 yang berlangsung pada tahun 2026 tersebut.

Dalam peringatan tahun ini, panitia mengusung tema “Melangkah Bersama Menuju RKB Lebe Bae”, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan kemajuan organisasi ke depan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa Kota Bogor merupakan kota yang terbuka dan inklusif bagi seluruh etnis, suku, dan agama.

“Kita memahami bahwa Kota Bogor ini masyarakatnya sangat beragam. Seluruh suku, etnis, maupun agama yang ada di Indonesia diterima dengan baik di Kota Bogor,” ujar Dedie.

Ia juga menambahkan bahwa keterbukaan tersebut harus diiringi dengan sikap saling menghargai dan menghormati antarwarga, sebagaimana pepatah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua Kota Bogor, Chiris Wanghay, menyampaikan harapannya agar sinergi antara budaya Sulawesi Utara dan budaya lokal Bogor dapat terus dikembangkan.

“Ke depan, apakah ada ide baru untuk memadukan musik kolintang dengan angklung, atau lagu-lagu daerah Sulawesi Utara yang dapat bersinergi dengan lagu-lagu Sunda,” ungkapnya.

Chiris Wanghay juga berharap budaya Sulawesi Utara dapat semakin dikenal dan dipromosikan di Kota Bogor. Ia menargetkan pada peringatan ulang tahun ke-50 Kerukunan Keluarga Kawanua, dua tahun mendatang, dapat diselenggarakan kegiatan yang lebih besar di Balai Kota Bogor.

“Kami berharap pada ulang tahun ke-50 nanti dapat menyelenggarakan sebuah event di Balai Kota ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan