Menipu: Kernet Bus Ditangkap Polisi

Kapolsek Tongas AKP Hermawan Thakjono, SH. Bersama Anggota Menunjukkan Tersangka dan BB Hasil Kejahatan Tersangka

Suara Indonesia-News.Com, Probolinggo – Handoko Al Yanto (44) tahun, pekerjaan kernet Bus salah satu PO di Surabaya, alamat Gg. Kamboja No.30 Kelurahan Bumiaji, Kecamatan Bumiaji Kota Batu, ditangkap Sat Reskrim Polsek Tongas Polres probolinggo Kota di dalam terminal Bus Bungurasih Sidoarjo, Selasa silam (7/4/15).

Handoko Al Yanto ditangkap Sat Reskrim Polsek Tongas karena Handoko al Yanto sebagai tersangka pelaku tindak pidana tipu gelap di wilayah hukum Polsek Tongas. Korbannya adalah Usmandinata (45) pekerjaan kernet Bus, warga Dusun Bulak, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo.

Kapolsek Tomgas AKP. Hermawan Tjahjono, SH kepada wartawan, Rabu (15/4/15) mengatakan, pada hari Jumat, (27/3/15) sekira jam 10.15 tersangka mendatangi rumah korban (Usmandinata) di Dusun Bulak, Desa Tangjungrejo, kecamatan Tongas dengan tujuan meminjam sepeda motor korban, merk Yamaha Mio, Warna merah nopol: N-5418-QQ, dengan alasan untuk menjemput istrinya yang baru datang dari Surabaya, di Nguling Pasuruan. Karena sudah kenal korban tidak punya prasangka buruk, dan sepeda motor pun dipinjamkan kepada tersangka. Namun ditunggu-tunggu dari jam ke jam hari ke hari tersangka tidak ada kunjung datang untuk mengembalikan sepeda motornya, akhirnya hari Rabu, (1/4/15) korban melaporkan perbuatan tersangka ke Polsek Tongas, ungkap Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek AKP. Hermawan Thahjono mengatakan, seminggu kemudian setelah korban melaporkan, hari Selasa (7/4/15) korban melihat tersangka ada di terminal Bus Bungurasih Sidoarjo. Korban kemudian menghubungi kami petugas Sat Reskrim Polsek Tongas, dari informasi korban petugas langsung menuju Terminal Bungurasih, dan langsung menangkap tersangka. Setelah tersangka ditangkap dan diintrograsi petugas ditempat ternyata sepeda motor milik korban belum laku dijual dan masih dititipkan diluar terminal bungurasih. Selanjutnya tersangka bersama dengan barang bukti (BB) sepeda motor Mio milik korban kami bawa ke Mapolsek, tersangka kami tahan untuk pemeriksaan lebih lanjut, terangnya.

Kepada petugas tersangka mengaku, dirinya terpaksa melakukan perbuatan ini karena himpitan ekonomi. Sebagai kernet bus dengan pendapatan tidak pasti untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama 3 (tiga) anaknya yang kecil-kecil dan masih sekolah tidak mencukupi. Tersangka juga mengaku hidup menduda, istri meninggal dunia sudah 6 (enam) tahun lalu. Anak 3 (tiga) yang sulung klas 2 SMP, yang kedua klas 4 SD, dan yang kecil Klas 2 SD membutuhkan biaya yang cukup besar, katanya.

Kepada wartawan tersangka mengatakan kenal korban sejak 1 (satu) bulan lalu, sama-sama sering tidur didepan musholah garasi, pekerjaan juga sama-sama sebagai kernet Bus namun lain PO. Tersangka juga mengatakan, melakukan perbuatan ini baru sekali, sepeda motor rencana akan dijual seharga 1,5 juta rupiah, namun belum sempat laku sudah ketangkap dulu, ucapnya.

Kapolsek AKP. Hermawan Thahjono mengatakan, tersangka atas perbuatannya, melanggar pasal 372 KUHP atau pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan, ancaman hukuman 4 (empat) tahun penjara, tandas Kapolsek. (Singgih).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here