Kepala Dinkes Sumenep Ikuti Pertemuan Penyakit HIV/AIDS Nasional di Makasar

dr. H. Fatoni, M. Si, Kepala Dinas Kesehatan Sumenep

Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Demi mewaspadai penyakit HIV/AIDS dr H. Fatoni M.Si Kepala Dinas kesehatan (dinkes) Sumenep, Madura, Jawa Timur, ikuti pertemuan penyakit HIV/AIDS Nasional di Makasar.

Fatoni mengatakan, bahwa dari hasil pertemuan tersebut, harus ada ke waspadaan terhadap semua pemangku kepentingan baik itu pemerintah maupun swasta dan LSM, agar supaya bekerja bersama untuk menanggulangi penyakit HIV/AIDS, selain itu menurut Fatoni, dengan ditutupnya lokalisasi di jawa timur contohnya di Doli itu menyebabkan penderita HIV/AIDS, dimana sebelumnya bisa di pantau secara aktif dan sekarang ahirnya mereka bebas leluasa menyebar di mana-mana dan itu tidak menutup kemungkinan di wilayah Madura bahkan di Sumenep.

Menurut Fatoni, Apabila terjadi penyakit HIV pada seorang dengan HIV positif, bisa menular lewat cairan tubuhnya.

“Jadi HIV positif itu belum tentu menimbulkan gejala seperti IADS, jadi bedakan HIV dengan AIDS,”katanya. Minggu (01/10/2015).

Ia menjelaskan, AIDS adalah kumpulan gejala yang di sebabkan oleh virus HIV, gejala itu di sebabkan menurunnya daya tahan tubuh ketika daya tahan tubuh renda menyebkan pasien mudah terkenak  diare, TBC, dan lain-lain dan itu bisa menyebabkan kematian.

“Cara menularnya penyakit HIV melalui cairan sperma kemudian lewat darah dan cairan vagina itu bisa menyebabkan penyakit HIV, sedangkan air ludah dan keringat itu tidak akan menular,”jelas Fatoni.

Fatoni menambahkan, dengan penyebaran penyakit yang komplek itu harus ada kewaspadaan agar supaya masyarakat bisa membentengi diri dan keluarganya agar supaya tidak melakukan SEX bebas atau SEX pranikah.ujarnya.

Ia juga menegaskan, agar supaya yang mempunyai resiko-resiko itu segera memeriksakan diri, kalau di Sumenep ada alat untuk refites pemeriksaan cepat untuk mengetahui seseorang terkenak HIV positif atau tidak.

“Alat itu sudah di sediakan di Sumenep baik di PMI maupun di lapkesda, apabila itu positif segera meminum obat karena kalau tidak meminum obat kuman atau virusnya akan menjadi reaktif,”terangnya.

Menurutnya, Sumenep harus memiliki klinik yang namanya klinik fisiti, dan sekarang ada  di rumah sakit tapi tidak aktif.

“Obat HIV ini gratis jadi setiap pasien yang merasa punyak penyakit itu harus segera mintak pertolongan ke kita, baik di puskesmas maunpun di rumah sakit umum,”Pintanya.

Ditambahkan, insaallah tahun depan kita akan adakan secara massal untuk melakukan pemaeriksaan resiko-resiko itu agar supaya di periksa terutama pada remaja, pada orang-orang yang aktif SEX di luar nikah.

“Ciri-ciri dari penyakit HIV pertama punya prilaku yang menyimpang bisa Sex pranikah atau homo Sexsual kemudian GAY,”bebernya.

Sedangkan gejala penyakit HIV itu karena penurunan daya tahan tubuh penyakit tidak sembuh-sembuh walaupun sudah di obati dan badan tambah kurus, kering. Imbuh Fatoni.

“Kami berharap, bisa kerjasama terutama swasta, LSM dan masyarakat biar waspada pada penyebaran penyakit HIV ini di Kabupaten Sumenep,”tukasnya.(Liq).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here